MENGEMBANGKAN SIKAP PENUH PERHATIAN 3

(TIPS PRAKTIS UNTUK DUDUK MAUPUN BERDIRI DENGAN TEGAK)
Penulis Rut Meldiana Nababan,S.Pd, Pendidik di SD Teologi Kristen Tunas Pertiwi

Pelitanusantara.com | Sikap penuh perhatian adalah dasar untuk menunjukkan kepekaan kepada orang lain. Artinya bahwa sikap penuh perhatian menyatakan konsentrasi kita melalui panca indra (penglihatan, penciuman, pengecapan, sentuhan, dan pendengaran yang merupakan “kunci” untuk mengumpulkan informasi. Hampir semua aktifitas dalam kehidupan sehari-hari melibatkan sikap penuh perhatian. Salah satu contohnya adalah menanggapi ucapan-ucapan orang lain sebagai cara menunjukkan penghargaan kepada orang tersebut, yaitu dengan bertanya dan bersikap benar-benar tertarik dengan apa yang diucapkan.

Bagaimana menjadi penuh perhatian? Berikut adalah lima cara bersikap penuh perhatian:

Kontak mata

Menatap langsung seseorang yang sedang berbicara untuk menyatakan penghargaan, rasa hormat, dan penuh perhatian.

Condongkan tubuh ke depan

Sikap tubuh menyatakan perilaku seseorang dan juga mempengaruhi kemampuan untuk mendengar dan berkosentrasi.

Jangan melihat ke jam tangan

Hanya fokus menatap seseorang yang sedang berbicara, artinya saat berbicara dengan seseorang, maka harus memberikan seluruh konsentrasi dan perhatian kepada orang tersebut.

Membuat catatan

Tidak semua hal bisa diingat oleh kepala manusia, untuk itulah perlu mencatat setiap hal-hal yang perlu diingat. Membuat catatan merupakan salah satu cara menyatakan penuh perhatian terhadap seseorang yang sedang berbicara.

Jangan menguap, batuk, atau bersin

Jika seseorang mengalami hal tersebut saat berbicara dengan orang lain, maka terlihat bahwa seseorang tersebut tidak menyatakan penghargaan dan tidak memberikan konsentrasi terhadap seseorang yang sedang berbicara.

Sikap tubuh mempengaruhi

kemampuanuntuk berkonsentrasi dan mendengar. Saat seorang anak berkata “ Saya tidak mau berada di sini. Saya bosan dan tidak tertarik dengan apa yang dia katakan” anak tersebut menyatakannya sambil duduk berselonjor di kursinya. Sikap tubuh anak tersebut menunjukkan bahwa ia tidak sedang berkonsentrasi terhadap gurunya yang sedang berbicara. Jika seorang anak duduk atau berdiri dengan tegak, maka akan meningkatkan konsentrasi serta akan memberikan dorongan kepada gurunya.

Dalam alkitab terdapat ayat yang menunjukkan sikap penuh perhatian yaitu dalam Nehemia 8:4b “Dengan penuh perhatian seluruh umat mendengarkan pembacaan kitab Taurat itu” saat itu ketika Ezra membacakan kitab Taurat kepada kaum Yehuda. Perhatian mereka atas penjelasan dari kitab itu menghasilkan pengertian (Nehemia 8:9), sehingga timbul pertobatan dan kebangunan rohani. Dalam Kisah Para Rasul 8:1 juga menceritakan tentang sikap penuh perhatian orang-orang Samaria terhadap Filipus. Mereka mendengar pemberitaan Filipus, dan melihat tanda-tanda ajaib saat itu. Sikap mendengar yang ditunjukkan oleh orang-orang Samaria tersebut menyatakan penuh perhatian mereka terhadap apa yang diucapkan oleh Filipus, mereka tidak hanya mendengar dan melihat tanda-tanda ajaib yang dilakukan Filipus, tetapi juga dengan mau menerima apa yang diberitakan oleh Filipus saat itu (ayat 6). “Maka sangatlah besar sukacita dalam kota itu” (ayat 8).
Terkadang juga kita melihat dan mendengarkan orang yang sedang berbicara, tetapi pikiran kita tidak fokus dan tidak konsentrasi. Dalam hal ini kita tidak memahami apa yang disampaikan oleh orang tersebut. Kita bisa saja mendengarkan apa yang sedang dibicarakan tetapi gagal menyimak, memandang tetapi gagal melihat, hadir tetapi tidak memperhatikan. Dalam kondisi seperti itu, kita bisa melewatkan pesan-pesan penting yang seharusnya kita terima.

Sikap tubuh saat penuh perhatian meliputi cara berdiri, cara duduk dan posisi kepala. Perlu diperhatikan bahwa cara berdiri juga bisa mempengaruhi bagaimana respon kita terhadap orang yang sedang berbicara. Posisi kedua pundak dan kepala yang tegap menunjukkan bahwa kita telah siap menerima apa pun dan tanggapan apa pun yang akan kita terima dan dengarkan. Sedangkan posisi kedua pundak yang terlihat lemas dengan kepala yang condong ke salah satu sisi menunjukkan kesan tidak penuh perhatian, ketidaksiapan dan tidak serius dalam menerima apa pun. Satu hal penting yang perlu diperhatikan juga adalah anggukan kepala. Aktivitas menganggukkan kepala sebenarnya adalah salah satu ekspresi pengungkapan perasaan yang dapat menunjukkan penghargaan dan pemahaman seseorang terhadap pembicaraan dengan lawan bicaranya. Sesuaikan juga anggukan kepala dengan kondisi saat itu, misalnya saat pembicaraan serius gunakan anggukan kepala disertai dengan raut wajah penuh perhatian. Kombinasi-kombinasi ini akan menghasilkan efek yang lebih dahsyat terhadap perhatian orang lain pada kita. Kita harus bisa mengatur bahasa tubuh ketika berbicara dengan orang lain. Sikap tubuh dapat menunjukkan apakah kita sungguh-sungguh mendengarkan lawan bicara ataukah tidak. Pandangan mata, sikap tubuh, anggukan dan senyuman akan menunjukkan bahwa kita adalah seorang pendengar yang baik.

Allah menginginkan setiap orang untuk memiliki karakter penuh perhatian. Mengapa? Karena Allah sendiri adalah Allah yang penuh perhatian kepada umat-Nya. Dalam Perjanjian Lama setelah Yusuf meninggal bangkit seorang raja bernama Firaun yang tidak mengenal Yusuf. Saat itu jumlah bangsa Israel semakin banyak dan terus bertambah di Mesir. Hal itu membuat Firaun kuatir bahwa keberadaan bangsa Israel yang semakin banyak jumlahnya akan menjadi ancaman bagi Mesir. Karena kekuatiran Firaun akhirnya dikeluarkan peraturan bahwa setiap laki-laki dewasa bangsa Israel melakukan kerja paksa, selain itu Firaun juga memerintahkan agar anak bayi laki-laki yang lahir dari keluarga Israel, harus segara dibunuh. Bangsa Israel mengalami kesulitan besar dan semakin tertindas di tanah Mesir.

Apakah Allah membiarkan bangsa Israel? Ternyata tidak. Allah adalah Allah yang penuh perhatian kepada umat ciptaan-Nya. Allah peduli dengan penderitaan mereka. Allah memperhatikan setiap rintihan dan seruan umat-Nya. Allah ingat kepada perjanjian-Nya dengan Abraham, Ishak dan Yakub. Maka Allah sendiri bertindak membebaskan umat-Nya. Dalam Keluaran 3:7-10, dituliskan bahwa Allah telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraaan umat-Nya di tanah Mesir. Allah mendengar seruan mereka. Allah mengetahui penderitaan mereka. Allah sendiri yang akan turun untuk melepaskan bangsa Israel dari tangan orang Mesir dan menuntun mereka keluar dari negeri itu ke negeri yang sudah dijanjikan Allah kepala nenek moyang bangsa Israel.

Kita bersyukur memiliki Tuhan yang begitu peduli dan penuh perhatian kepada umat ciptaan-Nya. Sebagai respon kita, kita juga harus belajar untuk memiliki sikap penuh perhatian. Karena hal itu menyukakan hati Tuhan. Allah juga menuntut umat-Nya untuk punya karakter penuh perhatian baik kepada Allah Sang Pencipta maupun perhatian kepada orang-orang di sekitar kita. Kita harus meluangkan waktu dengan Tuhan sebagai hal yang terutama dalam hidup kita. Tiada yang lebih layak mendapatkan perhatian penuh kita daripada Firman Tuhan. Satu hal yang harus kita miliki untuk bisa mendengarkan, menyimak dan memperhatikan dengan baik adalah karakter penuh perhatian baik kepada Tuhan maupun kepada sesama kita. Termasuk ketika kita sedang berkomunikasi dengan orang lain. Mari kita belajar untuk menjadi penuh perhatian supaya kita tidak lagi berfokus pada diri kita sendiri tetapi belajar menjadikan Tuhan sebagai pusat hidup kita dan menjadi berkat bagi orang lain.

Sumber :
https://santapanrohani.org/2016/11/13/penuh-perhatian/
Materi Buku Karakter Tunas Pertiwi Bogor, 2019
https://www.idntimes.com/life/career/daman-huri/kuasai-bahasa-tubuh-dapatkan-perhatian-
http://sekolahathalia.sch.id/2017/05/19/allah-yang-penuh-perhatian-2/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *