Mengembangkan Karakter Penuh Perhatian Ke-2

( Tips Praktis Berani Bertanya Jika Tidak Mengerti)

Penulis Rosyati Pakpahan, S.S_Pendidik di SD Teologi Kristen Tunas Pertiwi

 

Pelitanusantara.com | Sikap penuh perhatian berarti menanggapi ucapan-ucapan orang lain dengan cara menunjukkan penghargaan terhadap pribadinya. Hal ini meliputi bertanya dan bersikap benar-benar tertarik. Sikap penuh perhatian adalah dasar untuk menunjukkan kepekaan kepada orang lain. Lantas apa yang membuat seseorang masih enggan untuk bertanya padahal bertanya adalah cara membuka pengetahuan dan ilmu seluas-luasnya.  Sikap penuh perhatian menyatakan konsentrasi melalui panca indra kita (penglihatan, penciuman, pengecapan, sentuhan, dan pendengaran) dan merupakan “kunci” untuk mengumpulkan informasi. Hal ini juga berhubungan dengan keseriusan pikiran saat menganalisis informasi yang diterima melalu indra-indra tersebut. Mendengarkan permintaan, arahan, membaca buku panduan, atau mengerjakan sesuatu, hampir semua melibatkan sikap penuh perhatian. Sebagai contoh, bagi seorang anak pelajar merupakan hal yang penting dalam proses belajar. Salah satu caranya adalah dengan bertanya. Mengapa bertanya itu penting? Dalam menjalani berbagai aktivitas, memiliki jalinan komunikasi yang baik merupakan salah satu hal yang terpenting tidak, jarang beberapa dari kita mendapatkan kesalahpahaman akibat dari komunikasi yang buruk. Ada peribahasa “Malu Bertanya Sesat di Jalan”, peribahasa tersebut mengandung arti bahwa kita jangan malu untuk bertanya terhadap sesuatu hal yang tidak kita mengerti karena akan membuat kita tidak menemukan jawaban.

Sebagai contoh jika para murid tidak memahami intruksi awal, mereka tidak akan dapat melaksanakan kegiatan dengan sepenuhnya. Untuk itu sebaiknya ajukan pertanyaan untuk memperjelas suatu instruksi. Sikap seolah-olah sudah mengerti supaya tidak mendapat malu dapat merugikan. Jika seorang mencoba mengerti sepenuhnya apa yang dikatakan oleh gurunya, ia tidak hanya memperoleh pengertian-pengertian penting, tetapi juga menangkap adanya “kekurangan-kekurangan” dalam informasi yang disampaikan, yang mendorongnya mengajukan pertanyaan-pernyataan yang tepat untuk menyempurnakan pemahamannya.

Pentingnya bertanya terletak pada alasan kita mendapatkan keterangan. Ada banyak alasan mengapa kita harus mendapat keterangan. Sebagai contoh, ketika anak bertanya kepada guru demikian: “Mengapa kita harus membuat PR di rumah?” Guru tersebut harus memberikan penjelasan sebagai berikut: “Pulang sekolah kamu harus membuat pekerjaan rumah (PR)! Mengerjakan PR sangat penting karena kamu tidak mungkin bisa belajar begitu banyak hal hanya sekali saja di dalam kelas. Kamu juga harus belajar untuk dapat mengerjakannya secara mandiri. PR membantumu untuk mengatur dirimu sendiri dan hal ini akan berguna seumur hidup!” Keterangan yang diberikan oleh guru tersebut digunakan untuk memutuskan apakah mereka sudah mengerti arti dari membuat PR di rumah. Keterangan yang didapat murid akan membantu murid untuk berkonsentrasi pada hal tersebut bagi pertanyaan anak.

Memanglah manusia tak ada yang sempurna. Rasa ingin tahu dan selalu bertanya kepada orang yang lebih tinggi ilmunya agar mengerti suatu hal yang tak ia mengerti. Bertanya tentang suatu hal yang tidak dimengerti kepada orang yang lebih paham itu baik, dalam Alkitab yang tertulis pada Mazmur 143:8 “Beritahukanlah aku jalan yang harus kutempuh, sebab kepada-Mulah kuangkat jiwaku”. Pemazmur adalah orang bergitu kaya dengan pengalaman hidup. Ketika menghadapi musuh Daud selalu bertanya-tanya pada Tuhan, meskipun Daud sudah memiliki begitu banyak pengalaman dalam peperangan, namun Daud selalu bertanya-tanya terlebih dahulu kepada Tuhan karena Daud mengerti bahwa yang akan menjadi kepala barisan Tuhan dan bukan dirinya sendiri.. Namun, kitab Mazmur mengungkapkan saat-saat ketika Daud merasa tersesat secara rohani dan emosi. Pada kitab tersebut menceritakan raja besar itu sedang lesu dan mengalami kesesakan. Ia pun terdiam dan berdoa. Dalam tinggal tenang dan percaya kita akan mendapatkan kekuatan ilahi yang akan menerobos setiap permasalahan, diperlukan penguasaan diri dan mulai berdoa, membangun hubungan yang intim bersama Tuhan.

Karena setiap hari kita dihadapkan dengan banyak permasalahan-permasalahan, ada yang mudah dan ada pula yang sulit, ada yang berpengaruh untuk hidup dan ada yang tidak berpengaruh untuk hidup. Ketika malu bertanya, kita sedang membatasi diri kita dan hidup dengan tidak percaya diri. Banyak hal-hal positif yang hadir dalam seseorang yang suka bertanya, diantaranya:

  1. Terbiasa dalam berpikir kritis, kita harus mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi sehingga muncul pertanyaan-pertanyaan agar kita menjadi mengerti dari tidak tahu menjadi tahu.
  2. Melatih rasa percaya diri, salah satu cara untuk melatih kepercayaan diri ialah mengutarakan pendapat dan bertanya tentang apa yang ingin kita tanyakan dapat melatih kemampuan public speaking. Semakin sering kita bertanya secara otomatis keberanian kita dalam berbicara secara tidak langsung akan semakin terasah sehingga ke depannya kita tidak lagi terbata-bata saat bertanya. Semakin sering bertanya, kita juga akan belajar dalam menggunakan kata yang tepat agar pertanyaan yang ditanyakan akan mudah dimengerti oleh orang lain.
  3. Manfaat dalam kehidupan sehari-hari, sering kali kita malu untuk bertanya pada orang lain saat kita tidak tahu atau tidak paham. Kebiasaan diri dalam aktif bertanya dapat membantu kita dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya kita sedang tersesat di jalan, karena kita sudah terbiasa bertanya, maka kita tidak akan merasa segan untuk bertanya pada orang lain tentang jalan yang tidak kita ketahui.
  4. Memberi motivasi untuk seseorang belajar lebih jauh lagi, bersikap menerima suatu pendapat ini dapat mendorong sikap selalu ingin mengetahui dan mendalami berbagai macam teori untuk belajar lebih jauh dan mendalam.

Nah, berdasarkan contoh dari kegiatan diatas, coba bayangkan pentingnya bertanya dalam kehidupan. Kita bertanya karena kita ingin mengetahui dan memahami keadaan sesuatu sehingga kita bisa mengambil keputusan atau tindakan yang harus kita ambil. Kedua, kita bertanya karena kita ingin tahu bagaimana cara melakukan banyak kegiatan dalam hidup. Akhirnya, kita bertanya karena kita ingin tahu bagaimana cara melakukan hal-hal yang baru berdasarkan pengetahuan yang telah kita miliki selama ini. Albert Einstein pernah berkata “One most important thing in this life is not to stop to questioning. Curiosity has its own reason for exiting”, artinya hal yang penting adalah untuk tidak berhenti bertanya-tanya. Ada alasan tersendiri kenapa rasa ingin tahu itu ada. Oleh karena itu, bertanyalah sepanjang hidup karena hidup akan selalu diisi oleh hal-hal baru yang tak terbayangkan sebelumnya. (PN)

Daftar Pustaka:

  1. Materi (Buku Karakter Tunas Pertiwi, 2019
  2. https://www.renunganharian.net/2020/130-mei-bertanya-kepada-tuhan.
  3. https://www.idntimes.com/life/education/manfaat-aktif-bertanya-di-kelas.
  4. http://mobile.sederet.com/kata-kata-mutiara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *