MENEMBUS BATAS KELEMAHAN KITA

Kefaspelita
Img 20240314 Wa0039

Percayalah kepada Tuhan, kita pasti sanggup menembus batas kelemahan kita

“Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa.” Ibrani 12:3

Kelemahan seperti apa yang sedang dialami?

Tuhan menjanjikan sebuah kuasa yang sempurna justru di dalam kelemahan kita, seba‎b itu alih-alih meratapi kelemahan dan situasi buruk yang sedang terjadi, ‎bukankah kita dapat bersyukur karena Tuhan hendak menunjukkan rencana-Nya yang besar melalui kelemahan kita.

Belajarlah memahami bahwa kehadiran Tuhan tidak ditentukan oleh seberapa baik atau buruknya kondisi kita.

Dalam Alkitab juga banyak kisah yang memiliki kelemahan, ‎salah satu contohnya adalah raja Daud. Beliau masih sangat muda kala itu, tidak memiliki pengalaman dan latar belakang yang tidak memenuhi syarat untuk menjadi seorang raja, tapi ‎dia berani bermimpi dan memiliki semangat yang tinggi untuk menembus batas.

Dia tidak takut menghadapi Goliat yang jauh lebih besar dari dia,‎ Tuhan mengurapi dan mengubah hidupnya dengan luar biasa.

Bagaimana dengan kita?

Mari belajar memandang hidup dengan cara yang paling sederhana:‎ Belajar untuk tidak menyesali apapun keberadaan hidup kita, dan ‎mengucap syukur atas kasih karunia Tuhan yang menguatkan kita hingga hari ini.

Setiap orang pasti memiliki kelemahan, t‎ak ada manusia yang super sempurna. Maukah kita menembus batas kelemahan tersebut?

Jika percaya kepada Tuhan, kita pasti sanggup menembus batas. Tuhan mengijinkan ‘duri’ menancap dalam daging kita, untuk menunjukkan kesempurnaan kuasa-Nya.

“Tangan kanan Tuhan berkuasa meninggikan, tangan kanan Tuhan melakukan keperkasaan!” Mazmur 118:16

Selamat beraktivitas dalam perkenan-Nya. Walk with God. Jaga kesehatan, tetap semangat dan antusias. Tuhan Yesus melimpahkan rahmat-Nya sehingga terobosan illahi, jalan keluar illahi, penyelesaian illahi dan pelipatgandaan illahi di seluruh area kehidupan kita dinyatakan.

Abah Daniel