Masyarakat Didorong Tingkatkan Keamanan Siber di Semua Sektor

Kefaspelita
Kominfo 4511

Jakarta, Pelitanusantara.com – Masyarakat didorong untuk meningkatkan keamanan siber sebagai salah satu elemen krusial dalam transformasi digital nasional, seiring dengan adopsi teknologi digital yang terus melonjak di semua sektor.

“Penting bagi kita semua untuk terus meningkatkan keamanan siber di tengah agenda transformasi digital yang terus berkembang,” tujar Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Wamenkominfo), Nezar Patria, dalam keterangannya terkait acara Fortinet Accelerate Asia 2024 di Jakarta, seperti dikutip pada Jumat (31/5/2024).

Nezar mengatakan, peningkatan keamanan siber dapat dilakukan dengan berbagai cara.

Salah satunya dengan menutup celah keamanan pada postur keamanan siber di lingkungan yang terkoneksi jaringan digital dan selalu mengikuti perkembangan terkini kemajuan teknologi.

“Termasuk Generative AI untuk meningkatkan keamanan dan ketahanan operasional serta terus meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat untuk mencegah serangan siber,” tuturnya.

Menurut Nezar Patria, hasil Survei Allianz Commercial 2023 mencatat risiko keamanan siber global meningkat dari 40 persen pada 2019 menjadi lebih dari 77 persen pada 2023.

Sedangkan data Google M-Trends pada 2024 mencatat sektor keuangan menjadi salah satu sektor yang rentan dari serangan siber.

“Dalam lanskap nasional, ekosistem keamanan siber kita masih perlu diperkuat. Di tahun 2023, Indonesia menempati peringkat 48 dari 176 negara pada indeks keamanan siber dengan nilai 63,64 dari 100. Di Asia Tenggara, Indonesia pun baru menduduki peringkat lima dari 10 negara,” ungkap Wamenkominfo.

Dia juga mengungkapkan, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat Indonesia sebagai sumber dan tujuan utama anomali keamanan siber.

Anomali tersebut berdampak pada penurunan performa perangkat dan jaringan dan berpotensi menimbulkan pencurian data hingga penurunan reputasi dan kepercayaan terhadap suatu organisasi.

“BSSN juga mendeteksi 103 dugaan kebocoran data selama 2023, dengan puncaknya 20 kasus pada bulan Maret dan 15 kasus pada bulan Desember,” tandas Nezar Patria.

Acara ini turut dihadiri Country Director Fortinet Indonesia Edwin Lim yang Bersama Wamenkominfo secara resmi membuka Fortinet Accelerate Asia 2024: Indonesia Edition.(K3f45)