MAPOLSEK CANDIPURO DIBAKAR MASSA

Lampung,Pelitanusantara.com
Kabid Humas Polda Lampung AKBP Zahwani Pandra Arsyad memaparkan delapan tersangka provokator dan kronologis pembakaran Mapolsek Candipuro, Kabupaten Lampung Selatan.

Akibat Maraknya aksi Begal, Warga Geram dan melakukan Pembakaran Mapolsek Candi Puro

Pasalnya warga menganggap kinerja mapolsek candipuro tidak dapat mengatasi tindak kejahatan (begal) diwilayahnya.

Saat ini Mereka yang masih dalam pemeriksaan pihak kepolisian terkaitan pembakaran mapolsek candipuro belum lama ini adalah: DT bin W (40), warga Desa Beringin Kencana; ASB (16) warga Desa Beringin Kencana; SH (36), warga Desa Titiwangi; S bin K (29), warga Desa Sinar Pasemah.

Lainnya, JH bin S (23), warga Desa Cinta Mulya; AS bin N (37), warga Desa Candirejo; MS bin M (26), warga Desa Beringin Kencana; AS bin S (35), warga Desa Titi Wangi.

Rabu siang (19/5/2021) Kabid Humas Polda Lampung Komisaris Besar (Kombes) Zahwani Pandra Arsyad menceritakan pula kronolologis pembakaran Mapolsek Candipuro.

Awalnya, sekitar 20 warga Desa Beringin Kencana, Kecamatan Candipuro datang ke Mapolsek Candipuro terkait maraknya aksi kriminalitas C3 (curat, curas dan curanmor).

Mereka ingin bertemu dengan Kapolsek Candipuro untuk meminta pertanggung jawaban dan mencari solusi apa yang biss dilakukan terkait maraknya tindak pidana C3 tersebut.

Kebetulan, saat itu, Kapolsek Candipuro sedang melaksanakan dinas di desa Sinar Palembang, Kecamatan Candipuro.

“Kapolsek Candipuro meminta kepada warga untuk sabar. Dan pihak kepolisian akan melakukan tindakan tegas terhadap para pelaku tindak pidana C3” tutur kapolsek pada warga

Namun, ada warga yang tidak dapat menahan emosinya dan langsung melempar batu ke arah Gedung Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Candipuro.

Massa semakin malam semakin ramai mengepung mapolsek. Dari segala penjuru yang mengepung mapolsek candipuro diantara massa yang berkerumunan itu ada juga yang melemparkan api ke atas dan pintu serta jendela mapolsek.

Tidak sampai disitu massa juga membakar Satu unit ran sepeda motor.

Tindakan massa tidak dapat di elakkan dan akhirnya Fasilitas mapolsek berantakan oleh aksi massa tersebut hingga tengah malam (Selasa, 18/5) lalu.

Dengan tegas Kombes Zahwani Pandra Arsyad, Polda Lampung ” akan melakukan penegakkan hukum kepada para pelaku yang telah merusak fasilitas negara karna ini adalah merupakan tindak kejahatan dan kriminal” ungkapnya
(Isbah cholib~PelitaNusantara.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.