Mzm 63:1 ITB Mazmur Daud, ketika ia ada di padang gurun Yehuda. (63-2) Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau, jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku rindu kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair.
Pelitanusantara.com Setiap orang pasti mempunyai rasa sakit atau lapar yang ingin mereka sembuh dan puaskan, karena itu orang akan mencari solusi yang dia butuhkan. Izinkan saya memberi sebuah ilustrasi yang saya sebut sebagai “lubang seukuran TUHAN” di dalam hati. Hal ini benar adanya. Kita semua diciptakan menurut gambar Allah, dan kita diciptakan untuk memiliki hubungan dengan Pencipta kita. Itu sebabnya ketika dosa memisahkan kita dari TUHAN; kekosongan batin atau hati itu menyebabkan hilang atau lenyapnya kehadiran TUHAN dari dalam diri kita. Dan ini menimbulkan rasa hampa yang tidak pernah terpuaskan. Yang selanjutnya akan menyeret kita pada pengembaraan di belantara pencarian tanpa ujung!
Kesunyian dan kehampaan yang paling menyiksa
Kita semua telah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah (Rom 3:23 ITB). Kita menjadi sombong, kita tidak berlaku seperti Daud yang mencari Tuhan. Kita malah berusaha mengisi kekosongan itu dengan berbagai pencapaian sekuler, sehingga kita hanya memikirkan hal-hal yang sementara dan duniawi. Yang mana hasil akhirnya tidak pernah bisa memuaskan kita. Beberapa hal yang kita kejar, meski kita tahu itu lebih berbahaya daripada yang lain, dan tahu tidak ada satupun yang bisa memberikan manfaat bagi kita! Namun kita tetap memperjuangkannya dan ternyata hasilnya hanyalah kefanaan yang sia-sia: Pkh 1:2 ITB “Kesia-siaan belaka, kata Pengkhotbah, kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah sia-sia.”
Tidak demikian halnya dengan Daud, dia mencari Allah: Mzm 63:1 ITB “Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau, jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku rindu kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair.” Dia memacu dirinya sendiri untuk menemukan pemuasan batin yang sejati. Yaitu mencari Allah, sebab dia menyadari bahwasanya hanya TUHAN sajalah yang dapat mengisi “lubang seukuran TUHAN.”
Penemuan terbesar di sepanjang sejarah pengembaraan
Mzm 63:2-3 ITB “Demikianlah aku memandang kepada-Mu di tempat kudus, sambil melihat kekuatan-Mu dan kemuliaan-Mu. Sebab kasih setia-Mu lebih baik dari pada hidup; bibirku akan memegahkan Engkau.” Rasa haus yang dibiarkan tanpa solusi, dalam waktu yang singkat akan mendatangkan bencana paling fatal. Yaitu kematian! Tidak ada penderitaan yang lebih hebat, selain dari pada kehilangan hadirat dan persekutuan dengan TUHAN. Walau hanya dapat memandang dari kejauhan, namun di balik jarak yang memisahkan, ada TUHAN yang tidak tampak mata. Dia adalah TUHAN yang senantiasa menghadirkan diri-Nya, sehingga para musafir dapat merasakan kasih-Nya.
Di tengah pengembaraan yang melelahkan; musafir yang lapar dan dahaga, ditemui oleh Allah yang rela menghadirkan diri-Nya serta menyediakan kebutuhan mereka: Yes 65:1 ITB Aku telah berkenan memberi petunjuk kepada orang yang tidak menanyakan Aku; Aku telah berkenan ditemukan oleh orang yang tidak mencari Aku. Aku telah berkata: “Ini Aku, ini Aku!” kepada bangsa yang tidak memanggil nama-Ku. Tidak ada momen yang lebih indah selain daripada saat bertemu dengan Sang Pemberi hidup.
Tidak alasan untuk merasa ditolak atau ditinggalkan
Mzm 63:4 ITB “Demikianlah aku mau memuji Engkau seumur hidupku dan menaikkan tanganku demi nama-Mu.” Dalam kesendirian akibat dosa yang kita lakukan, Allah tidak pernah membiarkan, apalagi meninggalkan kita. Justru Dialah yang mencari dan menemukan kita yang terkurbur di balik timbunan dosa. Dalam ketidak berdayaan dan ketidak layakan kita, TUHAN jugalah mengangkat kita dari lubang maut!
TUHAN tahu dari jurang maut tidak mungkin orang dapat naik dan menjumpai Allah di tempat kudus-Nya: Yes 38:18 ITB “Sebab dunia orang mati tidak dapat mengucap syukur kepada-Mu, dan maut tidak dapat memuji-muji Engkau; orang-orang yang turun ke liang kubur tidak menanti-nanti akan kesetiaan-Mu.” Tetapi sebaliknya, justru TUHAN-lah yang turun ke dalam jurang maut untuk melepaskan mereka yang menaruh harap pada-Nya: Yun 2:2 ITB katanya: “Dalam kesusahanku aku berseru kepada TUHAN, dan Ia menjawab aku, dari tengah-tengah dunia orang mati aku berteriak, dan Kaudengarkan suaraku.” Kristus senantiasa ada bagi yang percaya.
Closing statements:
- Langkah bijak di tengah kesendirian dan kekeringan batin adalah berseru dan memanggil nama-Nya: Ayb 5:8-9 ITB “Tetapi aku, tentu aku akan mencari Allah, dan kepada Allah aku akan mengadukan perkaraku. Ia melakukan perbuatan-perbuatan yang besar dan yang tak terduga, serta keajaiban-keajaiban yang tak terbilang banyaknya;”
- Setiap orang bisa gagal menemukan apa yang dia inginkan, namun TUHAN tidak pernah gagal atas kita: Yoh 15:16 ITB “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.”
- Dalam segala kemalangan yang menimpa, TUHAN tidak pernah alpa. Namun Dia senantiasa ada untuk kita: Yes 63:9 ITB “dalam segala kesesakan mereka. Bukan seorang duta atau utusan, melainkan Ia sendirilah yang menyelamatkan mereka; Dialah yang menebus mereka dalam kasih-Nya dan belas kasihan-Nya. Ia mengangkat dan menggendong mereka selama zaman dahulu kala.” [Pdt.Eko Ikwanto,M.Th] – GBI Fajar Pengharapan
