Pelitanusantara.com Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menyatakan akan memperjuangkan dana budaya untuk Kraton. Kesiapan itu disampaikan LaNyalla saat melakukan kunjungan ke Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Jumat (4/6/2021).
Persoalan dana budaya tersebut sesuai dengan yang disampaikan oleh Pengageng Parentah Kraton Surakarta KGPH Adipati Dipo Kusumo, yang mewakili SISKS Pakoe Boewono XIII.
“UU cagar budaya memang membantu Kraton terutama soal pemeliharaan fisik bangunan. Namun sebagai pelestari budaya warisan leluhur, ada banyak hal yang diadakan oleh Kraton. Dan itu kurang mendapat dukungan dari Pemerintah daerah maupun pusat,” kata Dipo Kusumo.
Sementara KPH Hari Sulistiyono Sosro Negoro, yang mewakili GKR Pakoe Boewono, memaparkan bahwa Kraton mempunyai sekitar 12 event atau agenda budaya yang rutin dilakukan tiap tahun. Bahkan sudah menjadi event nasional, seperti Gerebeg, Tingalan Dalem, Peringatan Malam 1 Suro dan lainnya.
“Tapi sama sekali kami tidak pernah terima bantuan dana atau apapun. Pernah kita mengajukan anggaran sekitar Rp 20 miliar untuk kegiatan tersebut, tapi belum juga disupport,” kata Hari.
Pihak Kraton Surakarta berharap agar aspirasi tersebut disampaikan ke pemerintah. Bahwa SISKS Pakoe Boewono XIII sudah melakukan amanah-amanah budaya sebaik-baiknya.
“Bahkan isu-isu konflik tidak halangi Kraton Surakarta untuk melestarikan budaya, melaksanakan ritual upacara yang merupakan warisan leluhur,” katanya.
Keluhan inilah yang diserap LaNyalla. Ia optimis dana tersebut akan dianggarkan oleh pemerintah.
“Keluhan Kraton soal dana atau anggaran budaya akan kita sampaikan ke Presiden. Saya kira dana itu bisa lah dianggarkan karena untuk pelestarian budaya,” katanya.
Selain kesanggupan soal sampaikan aspirasi dana budaya itu, LaNyalla juga berbicara soal nilai-nilai luhur Kraton atau kerajaan yang bisa menjadi teladan.
Disampaikan LaNyalla, peran Kerajaan di masa kini berbeda dengan masa kejayaan Nusantara. Meski begitu, nilai luhur yang tertanam di Kerajaan seharusnya tetap diteladani.
“Kami berharap, nilai-nilai Adiluhung serta Adab dan Kearifan Lokal yang tertanam di lingkungan Kraton dan Kerajaan Nusantara dapat menjadi inspirasi bagi kami dan penerus bangsa, khususnya generasi muda,” ujarnya.
Senator asal Jawa Timur itu menambahkan, kerajaan-kerajaan Nusantara terbukti berperan penting dalam menjaga kebudayaan daerah di tengah serbuan nilai-nilai globalisasi.
“Oleh karena itu, Kerajaan Nusantara harus menjadi instrumen utama kebudayaan bangsa,” ucapnya.
LaNyalla hadir di Kraton Surakarta bersama sejumlah senator, yakni Ketua Komite I DPD RI Fachrul Razi, Sylviana Murni (Ketua Komite III) Bustami Zainuddin (Wakil Ketua Komite II), Evi Afita Maya (Wakil Ketua Komite III), Senator asal Jawa Tengah Bambang Sutrisno, senator Bali Bambang Santoso, Sekjen DPP Majelis Adat Kesultanan Nusantara (MAKN) Yani WS Koeswodidjoyo, dan Yurisman Star (Ketua Tim Pokja Kerajaan Nusantara).
Rombongan diterima Sri Susuhunan Pakoe Boewono XIII dan GKR Pakoe Boewono di Sasana Handrawina dengan alunan gendhing-gendhing Jawa
