Kunjungan Wisatawan di Kab.Sleman Tahun 2023 Mencapai 6.961.951 dari Target 7 Juta Kunjungan.

yupiterjogja
Img 20231222 Wa0067

SLEMAN-Pelitanusantara.com,
Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, gelar kegiatan “Outlook Pariwisata Sleman 2024”, dengan menghadirkan Kabid Pemasaran dan Promosi Dinas Pariwisata Sleman, PHRI, Badan Promosi Pariwisata Sleman (BPPS) dan Media, bertempat di Floating Vilage & Resto, Beran-Tridadi, Sleman, Jumat,(22/12/2023).

Kus Endarto Kepala Bidang Pemasaran dan Promosi Pariwisata, Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, menyampaikan capaian kinerja Pariwisata Sleman tahun 2023.

Target kunjungan wisatawan tahun 2023 ditetapkan sebanyak 7 juta kunjungan, realisasi jumlah kunjungan wisatawan dalam negeri ke Kabupaten Sleman sebanyak 6.961.925, kunjungan didominasi wisatawan dalam negeri sebanyak 97,58% atau setara dengan 6.793.455 kunjungan, yang dominasi wisatawan dari Pulau Jawa 78.06%, DKI, Jateng, Jatim , sementara untuk kunjungan wisatawan dari luar Pulau Jawa terbanyak dari Sulawesi Selatan dan Sumatera Utara.

Sementara untuk kunjungan wisatawan mancanegara secara presentase terdapat 5 negara yang dominan yaitu Malaysia 38,69%.,Singaupra 15,15%.,Tiongkok 3,55%., Amerika Serikat 2,85%% dan Prancis 2,50% dari negara lain dibawah 1%.

Capaian PAD dari sektor Pariwisata tahun 2023 sebesar Rp.319,34 miliar atau setara 95,94% dari target PAD Sleman tahun 2023 sebesar Rp.332,84 miliar.

Agung Sasongko dari PHRI menjelaskan, target kunjungan wisatawan pada periode Libur Natal 2023 dan Tahun baru 2024, yang dimulai tanggal 22 Desember 2023 sd 7 Januari 2024, diperkirakan berkisar antara 225.000 sd 300.000 kunjungan ke berbagai destinasi Pariwisata Kabupaten Sleman, didominasi oleh pengunjung dari Pulau Jawa, sementara untuk akupansi hotel sampai dengan tanggal 22/12/2023 terpantau telah mencapai 86%.

Rerata belanja wisatawan diperkirakan Rp.850.000.00- sd Rp.1.700.00.- dengan empat komponen utama belanja wisatawan diantaranya akomodasi, makan, minum, tiket masuk obyek wisata dan belanja oleh-oleh serta souvenir.

Length of stay wisatawan pada periode Libur Nataru diperkirakan berkisar 1,75 hari sampai 1,98 hari, dan perputaran uang wisatawan pada periode libur Natal 2023 dan Tahun baru 2024, berkisar antara Rp.334,69 Miliar sampai Rp.1 triliun.tutur Agung Sasongko.

Sementara itu, dari Badan Promosi Pariwisata Sleman (BPPS) Bp.Jaya, dalam pemaparannya mengatakan target kinerja Pariwisata Kabupaten Sleman tahun depan tetap optimis, kunjungan wisatawan pada tahun 2024 tidak akan jauh berbeda dengan tahun 2023 yaitu berkisar 7 juta kunjungan wisatawan.

Lebih lanjut , bp.Jaya menuturkan bahwa Strategi promosi baik secara langsung maupun tidak langsung menjadi kunci dalam upaya pencapaian terget. Terkait besaran belanja wisatawan ( wisnus & wisman) menunjukkan bahwa promosi pariwisata perlu di maksimalkan baik melalui sarana teknologi informasi ,juga keikutsertaan dalam berbagai event pameran skala nasional maupun internasional, seperti travel dialog dan table top tetap diperlukan mengingat “tourism is about trust”.tuturnya.

Selain itu, Event merupakan motor penggerak utama pariwisata, maka Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman telah membuat Calender of Event sepanjang tahun 2024 mendatang dengan target 110 event , baik skala lokal, nasional dan internasional, meliputi : Tour De Ambarrukmo., Ambarrukmo Volcano Run., UGM Trail Run.,Sleman Temple Run., Bedog Art Festival., dan Prambanan Jazz. Selain itu kolaborasi Pentahelix semua stakeholder baik Pemerintah, pelaku wisata dan seluruh pihak terkait terus dioptimalkan.

Terkait kembali melonjaknya kasus covid-19, pada musim kunjungan wisata periode Nataru ini, Kepala Bidang Promosi Pariwisata Kabupaten Sleman , Kus Endarto mengatakan sesuai Instruksi Presisen RI, bahwa saat ini Indonesia sudah memasuki fase Endemi bukan Pandemi, dan khususnya di Kabupaten Sleman kita bekerja sama dengan pelaku wisata dan pengelola wisata agar terus menghimbau kepada wisatawan , bagi yang sedang sakit, demam atau flu agar selalu pakai masker, agar tidak menular kepada orang lain, prinsipnya tidak ada pembatasan kita hanya menghimbau.pungkasnya.(Ome)