Kontingen JUMNAS 2023, PMI DIY Berangkat Menuju Lampung.

yupiterjogja
Img 20230626 Wa0034
Spread the love

YOGYAKARTA-PN NEWS,
Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta melepas 97 orang peserta Jumpa Bakti Gembira Palang Merah Remaja (PMR) Tingkat Nasional Ke-IX Tahun 2023. Kontingen Palang Merah Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (PMI DIY), sebelum berangkat diterima Wakil Gubernur DIY KGPAA PA X, bertempat di Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Pemda DIY, Senin (26/6/2023).

Kegiatan Jumbara PMR tingkat Nasional Ke-IX tahun 2023 akan diselenggarakan di Taman Agro Wisata Way Handak, Jalan Lintas Sumatera, Tanjung Senang, Kedaton, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung yang akan berlangsung dari 2 sampai dengan 10 Juli 2023, kegiatan Nasional ini akan dihadiri 4.200 anggota PMR dari nasional dan internasional, relawan, staf, Pengurus PMI serta masyarakat sekolah, wilayah lokal di kabupaten lokasi kegiatan akan ikut meramaikan kegiatan tersebut.

PMI DIY mengirimkan 97 orang terdiri dari 50 orang peserta inti dan 47 orang lainnya adalah peninjau, penggembira, dan pendukung.

Peserta inti sejumlah 50 orang terdiri dari 13 orang peserta PMR pemula dari 9 sekolah, 13 orang PMR Madya dari 10 sekolah, dan 14 orang PMR Wira dari 13 sekolah, 1 orang fasilitator, 6 orang pendamping, 1 orang staf bidang relawan, dan 1 orang pengurus bidang relawan.

Ketua PMI DIY, GBPH. H. Prabukusumo, pada kesempatan tersebut menuturkan, “Jumbara Nasional merupakan ajang bertemunya anggota PMR dari seluruh Indonesia untuk saling berbagi, evaluasi, meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam suasana gembira, bersahabat, dan partisipatif yang dilakukan setiap 5 tahun sekali di tingkat nasiona.

Gusti Prabukusumo sapaan akrab Ketua PMI DIY menambahkan tujuan Jumbara adalah meningkatkan karakter kepalangmerahan serta peran anggota PMR dalam penerapan Tri Bakti PMR dan sebagai pendidik sebaya, melalui pendekatan keterampilan hidup.

Selain itu juga melihat kembali pembinaan PMR dan pengelolaan kader-kader kepalangmerahan dalam memperkuat kapasitas organisasi PMI ke depan menjadi lebih tanggap, profesional, dan dapat dipercaya sesuai amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan.

Lebih lanjut Gusti Prabu mengatakan bahwa PMR merupakan generasi muda PMI yang merupakan cikal bakal sukarelawan masa depan PMI.

Proses pembinaannya melibatkan sekolah, PMI Kabupaten/kota dan PMI Provinsi, bertujuan untuk menciptakan remaja yang memiliki karakter bersih, sehat, kepemimpinan, peduli, kreatif, kerja sama, bersahabat dan ceria. Dengan peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan diharapkan keterampilan hidup meningkat dan mendorong perilaku positif pada remaja.

Kegiatan Jumbara dikemas melalui pertemuan, pertukaran pengetahuan, keterampilan, dan sikap relawan, melakukan karya bakti di masyarakat, bergembira dalam kegiatan seni, budaya, dan olahraga. Dalam pembukaan kita akan menampilkan bergada kontingen PMI DIY, pada saat parade akan mengenalkan kesenian khas DIY berupa bergada dan beksan wanara. Sementara untuk kesenian panggung menampilkan Penthul Tembem, serta edukasi melalui Wayang HIV, jelas Gusti Prabu.

Kegiatan nantinya dalam bentuk perkemahan dengan berbagai bidang kegiatan di antaranya jumpa, bakti, dan gembira. Dalam bidang jumpa peserta akan berjumpa berbagi pengetahuan dan keterampilan melalui kegiatan youth station, jurnalistik remaja, kewirausahaan sosial, remaja tangguh, sentra kapasitas (lokakarya), ngobrol bareng PMR, international youth conference, dan hukum humaniter untuk PMR.

Sementara melalui bidang bakti, peserta akan melaksanakan kegiatan bakti masyarakat, bakti lingkungan, kewirausahaan sosial, pameran dan tukar hasil karya, media sosial, dan mading kontingen. Sedangkan parade budaya, jumbara got talent, anjangsana, wisata edukasi, youth in action, youth on stage, olahraga persahabatan, dan wahana kepalangmerahan akan dikemas dalam suasana riang dan gembira.

Kontingen PMI DIY sudah kita siapkan sebaik mungkin melalui pra pemusatan pelatihan, pemusatan latihan 2 kali. Semoga bisa memberikan yang terbaik untuk organisasi dan masyarakat. Pengembangan generasi muda usia dini melalui PMR merupakan upaya mempersiapkan calon-calon sukarelawan masa depan yang tangguh dan siap mengabdikan dirinya pada masyarakat dengan berpegang teguh pada prinsip kemanusiaan dan kenetralan, terang Haris Eko Yulianto, Ketua Bidang Anggota dan Relawan PMI DIY.

Untuk membangun semangat persaudaraan serta kepedulian terhadap kemanusiaan, PMI membutuhkan jejaring yang luas, di antaranya dengan mengajak insan pers baik media cetak maupun elektronik untuk berperan serta mendiseminasikan dan mewartakan kegiatan-kegiatan kemanusiaan yang dilakukan PMI. Mari bersama menebar senyum untuk sesama dengan tiada henti berkarya untuk kemanusiaan. pungkas Gusti Prabu.(Ome)

Tinggalkan Balasan

error: Coba Copy Paste ni Ye!!