Klarifikasi Ketua LSM Tarun Gharda Mandiri (TGM), Alsiyus, Terkait Isu Pemerasan Menggunakan Nama Bupati

Img 20250222 Wa0058

Kutai Barat – Alsiyus, Ketua LSM Tarun Gharda Mandiri (TGM), memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang beredar mengenai dirinya yang disebut-sebut melakukan pemerasan dengan menggunakan nama Bupati. Menanggapi hal tersebut, Alsiyus menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan sepenuhnya tidak sesuai dengan fakta yang ada.

Dalam klarifikasinya, Alsiyus menjelaskan kronologi kejadian yang menyebabkan munculnya isu tersebut. Ia mengungkapkan bahwa ada sebuah pelantikan Bupati yang berlangsung di Jakarta, yang membuat banyak anggota TGM ingin ikut, namun terkendala oleh masalah biaya. Mengingat keterbatasan dana, Alsiyus mengatakan bahwa ia memutuskan untuk mencari bantuan dengan menggunakan pinjaman pribadi.

“Sebagai LSM, kami tidak mungkin meminta biaya dari pemerintah, jadi saya mengambil langkah pribadi untuk mengajukan proposal. Kebetulan, saya bertemu dengan teman dari PT. MAS, dan beliau menawarkan bantuan jika ada keperluan. Saya membuat proposal untuk biaya perjalanan ke Jakarta dan menyerahkannya melalui Pak Jumli,” ujar Alsiyus jumat sore 21/02/2025

Menurut Alsiyus, PT. MAS memberikan dana sebesar satu juta rupiah, jauh lebih kecil dari yang dia ajukan dalam proposal yang meminta sekitar 156 juta untuk 13 orang anggota TGM. Ia pun mengucapkan terima kasih kepada pihak PT. MAS yang sudah memberikan bantuan tersebut.

Alsiyus menegaskan bahwa dia tidak pernah melakukan pemerasan atau meminta uang secara paksa. “Saya tidak pernah memaksa siapa pun, saya hanya mengajukan permohonan sesuai dengan kebutuhan. Saya sadar bahwa saya tidak bisa memaksakan kehendak kepada siapa pun. Kalau mereka bisa membantu, saya berterima kasih, jika tidak, itu hak mereka,” tambahnya.

Lebih lanjut, Alsiyus juga membantah tuduhan yang menyebutkan bahwa ia mencatut nama Bupati. “Saya tidak pernah mencatut nama Bupati. Saya hanya menghadiri pelantikan Bupati. Kalau saya bilang, ‘Ini perintah Bupati’, itu baru namanya mencatut. Saya tidak pernah melakukan itu,” ujarnya.

Terkait dengan beredarnya kabar bahwa dirinya telah menerima uang yang sangat besar, Alsiyus juga membantahnya. “Ada yang bilang saya menerima 500 juta, itu tidak benar. Saya klarifikasi bahwa yang diberikan hanya satu juta. Dan saya juga mendengar isu lain yang mengatakan bahwa saya menerima uang 100 juta dari seseorang yang berinisial T. Ini semua hanya provokasi dari pihak luar,” jelasnya.

Alsiyus juga menambahkan bahwa isu-isu tersebut telah memicu ketegangan di kalangan anggota TGM. Beberapa orang yang mendengar informasi salah ini bahkan merasa terbebani dan bingung. “Ada yang mengatakan saya sudah menerima uang ratusan juta, padahal kenyataannya tidak demikian. Kami tidak punya cukup dana untuk memberangkatkan semua anggota yang ingin ikut,” ungkapnya.

Di akhir klarifikasinya, Alsiyus kembali menegaskan bahwa TGM berkomitmen untuk terus membantu masyarakat, meskipun sering kali dihantam isu yang tidak benar. “Kami di TGM terus berusaha memberikan yang terbaik untuk masyarakat. Kami mungkin tidak sempurna, tetapi setiap kali diaudit, kami selalu lolos karena kami memang bekerja untuk kepentingan masyarakat,” tuturnya.

Alsiyus berharap agar masyarakat tidak terjebak dalam informasi yang tidak jelas kebenarannya dan tetap mendukung kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh TGM demi kemajuan bersama. [MM]