KIAT PRAKTIS BELAJAR MENYENANGKAN DENGAN MUSIK

Pelitanusantara.com | Musik adalah salah satu hal yang sangat menakjubkan dalam kehidupan manusia yang dikaruniakan oleh Tuhan. Selain irama atau nada yang sangat indah, ternyata musik juga memberikan banyak manfaat bagi kita. Apa saja manfaat itu? Sebelum kita membahas tentang manfaat musik, akan lebih baik bagi kita untuk lebih dahulu mengetahui asal mula musik atau kata musik.

Asal mula kata musik berasal dari Bahasa Yunani yaitu “MUSIKE TECHNE”, atau dalam bahasa latinnya adalah “MUSICA” yang berarti; pengekspresian, pengungkapan, perwujudan, manifestasi artisik dalam kehidupsan manusia. Menurut mitologi ANTIQUE YUNANI, musik merupakan hadiah dari dewa Appollon dan Muse.

 

Sejarah tentang musik juga dapat kita baca di Alkitab, bahwa Tuhan memerintahkan bangsa Israel untuk menggunakan alat musik seperti kecapi (Kejadian 4:21), gambus (Mazmur 33:2), terompet (Yosua 6:4), nafiri (Bilangan 10: 1-10) rebana (Mazmur 68: 25-26), dan masih banyak lagi alat musik yang pernah disebutkan di dalam Alkitab, yang digunakan Bangsa Israel untuk perayaan hari besar, ibadah, berperang, dan kegiatan lainnya. Dan kisah ini tercatat dalam Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Bahkan salah satu tokoh Alkitab yang sangat terkenal yaitu Daud, tertulis dalam Alkitab ia sangat mahir memainkan alat musik, dan digunakan untuk memuji Tuhan dan menciptakan lagu, seperti yang tertulis dalam Kitab Mazmur. Sejarawan agama dan musik Herbert Lockyer, Jr. menulis bahwa “musik, baik vokal maupun instrumental, dibudidayakan dengan baik di antara orang Ibrani, orang Kristen Perjanjian Baru, dan gereja Kristen selama berabad-abad.”.  Artinya, musik adalah salah satu hal yang digunakan oleh umat kristen untuk memuliakan Tuhan.

Nah, kita sudah belajar tentang sejarah musik, sekarang kita akan bahas tentang manfaat musik dalam belajar dan perkembangan anak.

Kira-kira apa sajakah itu? Chek it out!!

  1. Musik dapat memengaruhi aspek motorik kasar dan halus pada perkembangan anak.

Salah satu contoh sederhana adalah ketika anak mendengarkan musik maka secara otomatis mereka akan menari, melompat atau menggerakkan badannya mengikuti irama musik yang pada akhirnya akan membantu anak untuk melatih keseimbangan tubuh, perkembangan otot, dan fokus untuk mendengarkan dan mengikuti irama musik. Untuk itu, bagi para pendidik atau orang tua sangat di sarankan untuk memakai musik atau alat musik sebagai salah satu peralatan belajar anak di sekolah maupun dirumah. Salah satu contohnya adalah, dengan mengajarkan materi pembelajaran dengan lagu, seperti menghafalkan nama hari, nama anggota tubuh, anggota keluarga dalam Bahasa Inggris, jenis-jenis suku di Indonesia, dan masih banyak lagi materi pembelajaran yang penyampaiannya di ubah menjadi lagu.

  1. Menajamkan pikiran dan menurunkan tingkat stress

Ilmuan dari Chinese University di Hong Kong, yang penelitiannya diterbitkan di jurnal Nature, mengatakan bahwa kemampuan ini terlihat pada anak usia sekolah dasar. Bagi anak yang sudah belajar musik sebelum mencapai usia 12 tahun, maka akan memiliki kemampuan berbahasa yang lebih luas di banding dengan anak yang tidak belajar musik. Selain itu, dalam kisah di Alkitab juga di jelaskan bahwa pada zaman dulu, Daud pernah menggunakan musik untuk menenangkan raja Saul dari ketakutannya. Kisah ini tertulis dalam kitab (Samuel 16:16-23) pada waktu raja Saul mengalami ketakutan yang luar biasa sampai harus mencari seorang yang pandai bermain kecapi untuk menenangkan jiwanya, pada saat itulah Daud dipilih oleh raja Saul untuk memainkan kecapi setiap kali raja saul mengalami ketakutan. Dan akhirnya raja Saul menjadi tenang.

  1. Meningkatkan kreativitas dan daya tahan tubuh

Saat kita mendengarkan musik, maka tanpa sadar tubuh dan pikiran kita akan lebih fresh dan tenang. Musik dengan alunan yang santai dan positif dapat meningkatkan kadar serotonin dan membuat kita tetap tenang dan bahagia selama beberapa waktu. Manfaat serotonin dalam tubuh adalah berperan sebagai neurotransmiter, yaitu pengantar sinyal antar jaringan saraf yang mempengaruhi suasana hati, mengatur pencernaan, mengatur proses pembekuan darah dalam tubuh, dan pembentukan tulang.  Saat kita mengalami kelelahan ketika bekerja atau belajar, akan lebih baik jika kita menyediakan waktu untuk bersantai atau beristirahat untuk mendengarkan atau memainkan musik yang akan membuat pikiran kita lebih rileks tentunya. Jenis musik yang dapat di dengar adalah seperti musik clasik, jazz, atau jenis musik lainnya, tergantung selera musik masing-masing tentunya. Yang pasti, kita harus mendengarkan musik yang positif dan memberi inspirasi baru bagi kita untuk melanjutkan aktivitas berikutnya.

  1. Meningkatkan daya ingat

Mendengarkan atau memainkan musik dapat membantu otak untuk menyerap dan menafsirkan informasi baru dengan lebih mudah. Relaksasi dari mendengarkan musik akan meningkatkan fokus dan memudahkan serta membantu otak untuk memproses penyerapan lebih banyak informasi. Hal ini karena musik dapat mempengaruhi saraf dan mengoptimalkan kinerja otak untuk dapat mengingat dengan lebih baik. Dengan begitu musik layak digunakan sebagai salah satu terapi untuk otak kita sehingga dapat memiliki daya ingat yang kuat. Termasuk juga bagi anak-anak, ini sangat di anjurkan. Sehingga anak-anak dapat lebih menikmati masa belajar dengan kondisi yang nyaman bagi mereka.

  1. Mengontrol Emosi

Mendengarkan musik merupakan salah satu cara yang dilakukan oleh orang-orang untuk menghibur diri. Demikian juga untuk anak-anak, memperdengarkan lagu atau musik, dapat merangsang dan meningkatkan reaksi aktivitas otaknya.  Bagi ibu hamil, sangat disarankan untuk memperdengarkan musik kepada anak ketika masih dalam kandungan. Hal itu dikarenakan ketika bayi baru lahir, mereka akan lebih mengenal irama dibanding kata-kata.  Hal itulah yang membuat musik dapat mengontrol emosi seseorang. Dalam penelitian dari University Of Vormont College Of Medicine menemukan, bahwa latihan musik dapat membantu mengurangi kecemasan yang dialami oleh anak-anak.  Psikiatri dari University Of Vormont College Of Medicine mengatakan, latihan instrument dapat membuat korteks paling luar otak menipis. korteks adalah lapisan tipis 1,5mm-5mm yang membungkus otak manusia. Sebagian besar pemrosesan informasi sensorik dari lima indera terjadi di korteks. Bagian otak ini yang paling berkembang dari otak manusia yang bertanggung jawab untuk berfikir, memahami sesuatu, berbicara, mengingat, peduli, pemecahan masalah, kewaspadaan, perencanaan, kemampuan sosial, hingga pengambilan keputusan.

Korteks pada otak manusia yang tebal di indikasikan menjadi penyebab timbulnya kecemasan, depresi, sifat menyerang dan perilaku tidak terkontrol pada anak.  Anak yang diberi latihan bermain musik dinilai dapat mengendalikan emosinya dengan lebih baik.

PENULIS : BERLIANA SEFENNY LUMBANGAOL, PENDIDIK DI SD TEOLOGI KRISTEN TUNAS PERTIWI

Sumber :

  1. Lembaga Alkitab Indonesia
  2. https://en.wikipedia.org
  3. https://Kompasiana.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *