Ketum NasDem Sebut Partainya Sedang Perjuangkan Penyederhanaan Partai Politik

  • Bagikan

Pelitanusantara.com Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengatakan NasDem berupaya mendorong adanya penyederhanaan partai politik yang ada saat ini. Caranya, kata dia, dengan menaikkan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold menjadi 7 persen. Usulan itu pun dilontarkan sebelum Pemilu 2014 digelar.

“Ini untuk kepentingan nasional, dengan 7 persen pun belum tentu NasDem masuk (parlemen),” kata Paloh dalam dialog HUT CSIS, Senin (23/8).

Paloh melanjutkan, lebih bagus NasDem kalah dan tak masuk parlemen tetapi Indonesia lebih hebat. Menurutnya, penyederhanaan partai politik diperlukan seperti dulu ada 3 partai, multiparpol jadi selected parpol.

“Tetapi di era refomasi bukan menjadi dua tetapi jadi 100. Nah sekarang ketika di parlemen kita suarakan parliamentary threshold semata-mata untuk penyederhanaan partai politik. Kita tidak mau partai hanya kepentingan partai. Bagi NasDem bukan itu, NasDem untuk keinginan partai dan bangsa,” ujarnya.

Selain itu, Paloh mengatakan saat ini partai juga mau tidak mau mengedepankan pertarungan kekuatan patrialistik dan logistik. Untuk itu, kata Paloh, parpol harus siap menghadapi Pemilu 2024 mendatang. Menurutnya, partai yang paling kuat sekali, mampu membangun fanatisme follower hingga pertahanan elektoral hanya ada satu atau dua dari sembilan yang di parlemen.

“Yang lain boleh cerita atau lembaga survei kekuatan logistik material yang dipunya kantong partai tersebut. Kalau logistik tangguh ini sudahlah lupakan tujuan-tujuan lebih besar. Jadi di partai ada networking, leadership, ada reputasi itu saja tidak cukup. Harus ada logistik yang kuat karena itu realita,” katanya.

Dia melanjutkan, sekarang kita ingin membawa restorasi tapi ada ‘wani piro’. Artinya, kata dia, mau tidak mau partai politik harus berhadapan dengan realita yang ada.

“Saya menyesal kenapa NasDem dapat 59 kursi tidak 100. Ternya saya tahu ya karena masalah ‘wani piro’ itu,” tuturnya

  • Bagikan