PESAWARAN~PELITANUSANTARA.COM
Ismail seorang Ketua RT saat dikonfirmasi wartawan pelitanusantara.com dikediamannya terkait pengabdiannya sebagai RT yang sudah berlangsung selama enam tahun lamanya ini menyampaikan bahwa perjalanan dan suka dukanya selama menjadi RT dusun ketapang timur desa batu menyan senin 4/10/2021

Selain mengabdi sebagai RT lsmail juga termasuk orang yang gigih,tekun demi menghidupi keluarganya Ismail juga bekerja sebagai pelaut yang bergerak dibidang jasa angkutan penyebrangan wisata snorkling pulau pahawang, sebuah tempat Wisata sudah cukup terkenal yang banyak dikunjungi oleh wisatawan mancanegara dan juga domestik berbagai daerah baik kabupaten,provinsi,palembang,jambi bahkan dari ibu kota jakarta sendiri
Dalam menekuni pekerjaannya sebagai Pelaut,Ismail juga selalu siap melayani masyarakat dusun ketapang timur desa batu menyan sebagai bentuk tanggung jawabnya sebagai Rt dan pengabdiannya pada masyarakat walau kadang Ismail dalam menjalankan tugasnya sebagai RT itu kerap kali mendapat kesulitan untuk melayani dan menberikan pelayanan yang baik untuk warganya namun Ismail tidak pernah mengeluh “Ujarnya,”
Disisi lain dari tempat yang berbeda wartawan pelitanusantara.com juga menayakan beberapa warga terkait bagai mana sosok dari seorang Ismail RT,menurut warga dan sarno yang juga sampai saat ini masih aktif menjabat sebagai Rw.02 dusun ketapang timur desa kelurahan batu menyan menyampaikan pada awak media pelitanusantara.com bahwa menurutnya
“Ismail ini ternasuk orang yang sabar dan cukup bertanggung jawab pada masyarakatnya walau pun dia masih lelah karna habis ngantar penguncung kepulau pahang,dia tetap baik dalam melayani warganya,bahkan tahun lalu 2020 saat kami mengikuti musyawarah desa (MUSDES) dan membahas masalah bantuan-BLT dimana dalam musyawarah saat itu sepakat pada warga yang mendapatkan bantuan langsung tunai (BLT) saat itu akan memberikan atau membagi sedikit saja uang pada warga lain yang tidak mendapatkan BLT atau bentuk bansos lainnya dan juga kesepakatan ini juga sebagai bentuk keprihatinan dan rasa perduli sesama warga yang sedang dilanda covid 19 agar warga yang lainnya itu juga dapat merasakan juga bantuan BLT tersebut “ungkap sarno,”
bantuan langsung tunai -BLT sebesar 600.000 (enam ratus ribu) di termin pertama ditrima bulan april 2020 namun warga 10 orang yang sudah menyanggupi dan sepakat untuk membagi uang BLT nya sebesar 200.000 pada warga yang tidak mendapatkan-BLT ternyata hanya 5 orang saja yang memberikan uang nya pada 5 orang warga lainnya,dusun ketapang timur sementara warga lainnya tidak bersedia membagi sejumlah uangnya sesuai kesepakatan dalam -Musdes bahkan kesepakatan yang sudah ditanda tangani bersama dalam surat kesepakatan bermatrai,meski demikian Ismail sebagai Rt tetap berupaya untuk yang terbaik bagi warganya karena memang awalnya Ismail yang mengusulkan dalam MUSDES agar warganya yang mendapatkan bantuan langsung tunai itu dapat berbagi pada warganya yang lain yang tidak mendapatkan bantuan”jelasnya lagi,”
(Isbah cholib~PelitaNusantara.com)
