NATAL MD GKAI DKI-JABAR-BANTEN: KELAHIRAN YESUS MENUNTUN BERTEKUN MENJAWAB PANGGILAN SORGAWI

Han_up2000
WhatsApp Image 2022 01 22 at 19.43.54
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

Tangerang-Majelis Daerah Gereja Kristen Alkitab Indonesia wilaya Jakarta, Jawa Barat, dan Banten melaksanakan natal bersama pada hari Sabtu (22/01/2022) secara tatap mukan  dan online yang diselenggarakan di gedung GKAI Kasih Allah, Setu Tangerang Selatan. Adapun ketua panitia pelaksana ialah Pdt. Michael Lumanauw, M.Th. selaku gembala jemaat GKAI Kasih Allah.

Natal bersama GKAI se-DKI-Jabar-Banten ini di bawah Bidang Pembinaan Warga Gereja (PWG) yang diketuai oleh Pdt. SIh Rahmadi, M.Th. Tema natal yang diusung sesuai dengan konteks pandemi yang sudah berlangsung hingga dua tahun terakhir, yaitu “Kelahiran Yesus Menuntun Kita Bertekun Menjawab Panggilan Sorgawi”. Tujuanya adalah agar seluruh hamba Tuhan dan Jemaat GKAI dapat bertekun meskipun kondisi pademi melanda. Firman Tuhan dilayani oleh. Pdt. Parhimpunan Siamtupang.

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Ashiong P. Munthe selaku Ketua Umum MD GKAI se-DKI-Jabar-Banten Periode 2021-2025 menyatakan pada kata sambutanya, bahwa saat ini covid-19 menjadi tantangan terbesar yang dihadapi oleh gereja dalam menjawab panggilan Allah. Melalui kelahiran Yesus Kristus, sebagai hamba Tuhan mengajak seluruh gereja lokal untuk tetap semangat dalam menjawab panggilan Allah untuk melayani sebagai pemberita Injil.

“Sebagai hamba Tuhan, kita dituntut untuk terus semangat dalam menghadapi tantangan covid-19, agar seluruh jemaat Tuhan yang ada di GKAI tetap semangat dalam menjalani hari-hari yang sulit ini”, ungkapnya.

Gembala jemaat GKAI Gading Serpong ini juga menegaskan bahwa melalui perayaan natal bersama ini, mengajak setiap hamba Tuhan yang ada pada saat itu untuk tetap setia dalam panggilan sebagai hamba Tuhan. Kesetiaan dalam panggilan yaitu menyadari bahwa kita ini sebagai hamba Tuhan yang didipercayakan oleh Tuhan untuk mengembalakan umat-Nya. Untuk itu, kita tidak dapat semena-mena mempergunakan status sebagai hamba Tuhan untuk kepentingan diri sendiri atau untuk kepuasan diri sendiri. Sebab Tuhan Yesus Kristus telah mengajarkan kepada kita tentang kerendahan hati. Ia merelakan diri-Nya yang begitu mulia menjadi sama seperti manusia, bahkan sampai mati untuk menyelamatkan kita dari hukuman dosa.

Kesetiaan dalam panggilan juga dapat kita perlihatkan dalam kekompakan. Sebagai hamba-hamba Tuhan yang bernaung di bawah GKAI se-DKI-Jabar-Banten, kesetiaan dalam panggilan kita dapat memperlihat melalui kekompakan atau kerjasama yang baik dalam pelayanan. Kita harus saling mendukung satu sama lainnya, saling membangun, dan saling mendoakan agar setiap tugas dan tanggung jawab yang dipercayakan kepada setiap kita dapat terlaksana dengan baik.

Oleh karena itu, Ashiong mengajak setiap hamba Tuhan yang ada pada saat itu agar menjaga kekompakan tidak hanya melalui perkataan, tetapi melalui tindakan nyata.

Sebagai pernyataan penutupnya, dosen UPH ini juga menegaskan kepada setiap hamba Tuhan yang hadir pada saat itu agar belajar dari Maria tentang kesetiaan dalam panggilan.  Seperti, ketaatan, pengorbanan, kesetiaan, dan kesadaran diri sebagai hamba Allah. Sebagaimana Maria yang dipanggil untuk menggenapi rencana agung Allah bagi umat-Nya, demikian pula setiap hamba Tuhan juga dipanggil untuk melaksanakan Amanat Agung yaitu pergi memberitakan Injil. Tuhan menuntut ketaatan, pengorbanan, kesetiaan, dan kesadaran diri sebagai hamba Allah untuk memberitakan Injil keselamatan bagi mereka yang belum percaya kepada Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat umat manusia. (A. L. Malo)