Jakarta, pelitanusantara.com. Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) diduga kuat melakukan penembakan kepada tenaga kesehatan di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua menjadi duka yang mendalam bagi bangsa Indonesia.
Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Antonius Benny Susetyo, berharap bahwa kasus ini ditindak bisa segera diusut. Hal ini diungkapkan dalam wawancaranya dengan Rumah Kebudayaan Nusantara (RKN). “Kita berharap aparat keamanan segera bertindak untuk mengusut kasus ini secara transparan demi tegaknya martabat hukum”, ujar Benny.
“Kekerasan yang terjadi di Papua sangat disayangkan, karena para korban merupakan warga sipil yang seharusnya dilindungi”, tambah Benny. Benny juga menuturkan bahwa “Tenaga medis, guru, dan yang menjadi korban adalah warga sipil yang seharusnya dilindungi”.
Budayawan ini menjelaskan bahwa penyebab kekerasan muncul, karena manifestasi dari nafsu kebinatangan yang termanifestasi lagi dari agresifitas. Padahal seharusnya manusia bisa mengendalikannha karena memiliki akal budi dan rasio kepada tuhan untuk mengendalikan dirinya. “Faktor kekerasan banyak bisa balas dendam, harga diri, dan banyak. Kultur kekerasan menjadi kultur yang terus menerus karena dianggap model mencari solusi,” tegas Benny
Benny menambahkan jika kekerasan ini dijadikan sebagai solusi maka akan terus terulang. Salah satu cara untuk menghentikannya adalah dengan cara rekonsiliasi. “Selama dianggap menjadi solusi satu-satunya maka ini akan terus terjadi.Cara menghentikan kekerasan dengan cara membangun budaya rekonsiliasi,” lanjut Benny.
Membangun peradaban, nilai keutamana belas kasih, nilai persaudaraan, nilai konsiliasi, harus digunakan dalam mengambil kebijakan dan keputusan bukan dengan kekerasan. “Meja perundingan adalah hal paling penting dalam kehidupan bermasyarakat untuk menyelesaikan masalah”, tutur Benny.
Benny berharap aparat keamanan segera bertindak untuk mengusut kasus ini secara transparan demi tegaknya martabat hukum.
APM













