Ayat Utama: Keluaran 3:7
“Dan TUHAN berfirman: ‘Aku telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan umat-Ku di tanah Mesir dan Aku telah mendengar teriakan mereka oleh karena para mandornya; ya, Aku mengetahui penderitaan mereka.'”
Pendahuluan:
Ketika umat Israel ditindas di Mesir, Allah tidak tinggal diam. Ia melihat, mendengar, dan memahami penderitaan umat-Nya. Dalam kasih-Nya, Ia memanggil Musa untuk menjadi alat pembebasan. Kasih Allah bukanlah kasih yang pasif, tetapi kasih yang bertindak dan turun tangan menolong.
_Aplikasi:_
Tuhan peduli terhadap setiap air mata dan jeritan hati kita. Kasih-Nya sanggup menjangkau lembah terdalam dan memberi pengharapan. Saat kita berseru, yakinlah Tuhan menjawab tepat pada waktunya.
_Refleksi:_
Apakah aku sungguh percaya bahwa Tuhan mendengar jerit hatiku? Maukah aku menjadi alat kasih-Nya seperti Musa bagi orang lain? Hari ini aku menyerahkan bebanku dan berserah pada kasih-Nya yang aktif.
_Doa:_
Tuhan yang Mahakasih… Terima kasih karena Engkau melihat air mataku, mendengar jerit hatiku, dan tidak pernah membiarkanku sendiri dalam penderitaan. Hari ini aku datang berserah di hadapan-Mu. Aku percaya… kasih-Mu tidak tinggal diam. Engkau Allah yang turun tangan… Yang bertindak membebaskan dan menolong tepat pada waktunya. Tuhan… pakailah juga hidupku seperti Engkau memanggil Musa, jadikan aku saluran kasih bagi mereka yang terhimpit dan tertindas. Aku percaya… Seruanku tidak sia-sia. Tangisku tidak tersembunyi. Kasih-Mu nyata… dan jawab-Mu pasti tiba.
Pdt. Ni Nyoman Priskila Paksoal
