Jokowi Kutuk Keras dan Buru Teroris Mujahidin Indonesia Timur

Jakarta – Pelitanusantara.com | Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengutuk keras dan akan mengejar pelaku pembantaian di Sigi, Sulawesi Tengah. Melalui Menkopolhukam Mahfud MD, Presiden Jokowi juga menyatakan duka yang mendalam kepada para korban dan keluarganya atas kejadian tersebut.

“Pemerintah akan melakukan tindakan tegas dan memburu pelaku melaui Tim atau Satgas Operasi Tinombala terhadap para pelaku kekejian dan kebengisan terhadap suatu kelurga yang menyebabkan terbunuhnya 4 orang di Sigi. Tentu pemerintah mengutuk keras kepada pelakunya dan menyatakan duka yang mendalam kepada korban dan keluarganya,” ujar Menko Polhukam Mahfud MD dalam keterangan persnya, Minggu (29/11).

Presiden telah memerintahkan untuk melakukan langkah-langkah pengejaran serta pengepungan terhadap tempat yang dicurigai memiliki keterkaitan dengan para pelaku.

“Pemerintah juga sudah melakukan langkah-langkah untuk melakukan pengejaran, tadi tim Tinombala sudah menyampaikan tahap tahap yang dilakukan untuk mengejar pelaku dan melakukan isolasi serta pengepungan terhadap tempat yang dicurigai ada kaitan dengan para pelaku,” lanjut Mahfud MD.

“Pelakunya adalah Mujahidin Indonesia Timur (MIT), sisa-sisa kelompok Santoso yang sekarang masih ada beberapa orang lagi. Operasi Tinombala, atau Satgas Tinombala sedang mengejar sekarang,” tambah Mahfud.

Sebenarnya perburuan kelompok MIT pimpinan Ali Kalora sudah dilakukan sejak awal November 2020. (7/11).

Kemudian pada pertengahan Bulan November, dua teroris tewas ditembak di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Kedua terduga teroris yang berinisial W alias AAM alias Bojes dan AA alias Azis merupakan anggota kelompok MIT.

Dua teroris tersebut melawan saat penangkapan hingga kemudian ditembak oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri dan Satgas Tinombala. (PN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *