Gunung Mas – PN NEWS Jembatan kayu penghubung jalan raya Tumbangmiwan Kuala Kurun Kabupaten Gunung Mas sangat memperhatikan,kondisi jembatan kayu yang sudah sekian tahun lamanya masih tetap bertahan dan di lalui kendaraan beroda empat beroda dua dan para pedagang keliling kanfas, Truk, /Dam.

Jika datang musim hujan yang cukup lama jembatan kayu desa Tumbangmiwan menjadi sasaran banjir, melumpuhkan arus lalulintas, terjadi Banjer besar.
Saat wartawan Bhayangkara news melintasi jalan ini dari Kuala Kurun menuju Tumbangmiwan, melihat jembatan kayu yang sudah rusak parah, berkesempatan mengambil gambar dan video melihat pengendara sepeda motor sangat berhati-hati melintasi jembatan kayu tersebut. Entah kenapa pemerintah belum mengambil tindakan untuk diadakan perbaikan atau merubah menjadi jembatan permanen beton dan besi.
Pantauan wartawan Bhayangkara News dari Ibu kota Kabupaten Gunung Mas Kuala Kurun, jalan raya TumbangMiwan adalah jalan penghubung menuju Kota Palangkaraya dengan melewati penyebrangan sungai, dengan alat penyebrangan Kapal ferry, dan melewati beberapa desa yang terus berkembang penduduk dan pedagang.
Menurut informasi masyarakat yang sempat diwawancarai wartawan mengatakan, terkadang jika air sungai meluap banjir karena curah hujan dari hulu, penyebrangan Ferry tidak bisa beraktifitas, sehingga kami harus melewati jembatan kayu, jika berpergian ke Kota Palangkaraya.
Kami harus memutar ikut jalan Kuala Kurun yang cukup jahu, dan jika banjir tidak sampai di jembatan, tapi apa bila air sungai meluap banjir besar dan sampai di jembatan, kami harus menunggu surutnya air baru bisa berpergian. Ujar seorang bapak yang tidak diambil namanya.
Harapan masyarakat Pemerintah instansi terkait dapat mengambil perhatian untuk di bangun jembatan agar arus lalulintas lanjar, aktifitas masyarakat Lanjar pedagang-pedagang Lanjar. Kehidupan masyarakat aman.**(AW)













