Jangan Abai Prokes, Pesan Kapolresta Tangerang di Acara Haul Syeh Abdul Qadir Jailani Cilongok

  • Bagikan

Pelitanusantara.com – Tangerang Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro terus mengingatkan jemaah Haul Syeh Abdul Qadir Jailani di Pondok Pesantren Al-Istiqlaliyah, Kampung Cilongok, Desa Sukamantri, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, untuk tidak mengabaikan protokol kesehatan.

Seperti diketahui, Pondok Pesantren Al-Istiqlaliyah yang kini dipimpin KH. Entoh Tohlawi Romli, adik mendiang KH. Uci Turtusi, akan menggelar Haul Syeh Abdul Qadir Jailani pada Minggu (14/11/2021).

“Kami tidak melarang kegiatan haul. Namun saat ini Kabupaten Tangerang sedang diberlakukan PPKM Level 1. Sehingga tiap kegiatan ada batasan,” kata Wahyu, Sabtu (13/11/2021).

Oleh karena itu, Wahyu meminta masyarakat untuk tidak hadir berbondong-bondong ke pondok pesantren itu. Sebab, kegiatan haul juga disiarkan secara live streaming melalui kanal media sosial.

Imbauan itu disampaikan Wahyu sebagai bentuk mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan protokol kesehatan. Ujar Wahyu, masyarakat harus tetap disiplin 5M yakni menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

“Kami imbau, masyarakat tidak perlu datang ke lokasi acara. Karena acara dapat diikuti secara online melalui media sosial. Ini sebagai bentuk disiplin protokol kesehatan agar tidak terjadi kerumunan,” ucap Wahyu.

Wahyu juga mengapresiasi keluarga pondok pesantren dan panitia yang juga memberikan imbauan yang sama yakni meminta masyarakat untuk tidak perlu datang ke lokasi kegiatan.

“Kami berterima kasih dan apresiasi kepada keluarga pondok pesantren, Pak Kiai, panitia, yang telah memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak perlu datang ke lokasi,” ucapnya.

Untuk memastikan protokol kesehatan dilaksanakan, Wahyu menyiapkan skema pembagian masker, woro-woro secara terus-menerus, membuka Gerai Vaksin Presisi, dan juga swab tes antigen.

“Pada saat acara, petugas kami akan mobile membagikan masker, mengedukasi masyarakat yang melanggar prokses, woro-woro imbauan agar jangan prokes, membuka gerai vaksin, dan mungkin tes swab antigen,” tandasnya. ( Nena )

  • Bagikan