Jalan Usaha Tani Diresmikan, Maksimalkan Potensi Pertanian di Lahan Pasir

Kefaspelita
6493 17195441561892
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

Bantul – Dalam rangka meningkatkan aksesibilitas dan produktivitas pertanian di wilayah selatan, Bupati Bantul bersama Komandan Kodim 0729/Bantul, dan Asosiasi Petani Pantai Selatan meresmikan Jalan Usaha Tani, Kamis (27/06/2024) di rumah Bapak Tamat. Jalan usaha tani yang baru diresmikan ini membentang sepanjang 5 kilometer, menghubungkan beberapa lahan pertanian di Kalurahan Parangtritis dengan jalan utama.

Dalam sambutannya, Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih menyampaikan dirinya beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Bantul telah bekerjasama dengan berbagai lembaga untuk memajukan dan membudidayakan lahan pertanian, khususnya di lahan pasir di Kabupaten Bantul yang luasnya kurang lebih 1200 kilometer sehingga dapat mensejahterakan petani di sekitarnya.

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

“Ngarsa Dalem sering menyampaikan bahwa tanah kas desa harus dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat. Oleh karenanya, kami jajaran Pemerintah Kabupaten Bantul telah menyusun program dan anggaran untuk mengembangkan pertanian, terutama pertanian di lahan pasir,” ujar Halim.

6493

Halim juga menuturkan, pada tahun sebelumnya Pemerintah Kabupaten Bantul bekerjasama dengan PLN telah berhasil memasang jaringan listrik di sepanjang Lahan Pertanian Pasir. Kemudian pada tahun berikutnya akan terus disempurnakan, salah satunya dengan membangun jalan usaha tani ini.

“Jalan ini diharapkan dapat mempermudah akses para petani dalam mengangkut hasil panen mereka, sehingga produktivitas dan kesejahteraan petani dapat meningkat,” sebut Halim.

Lurah Kalurahan Parangtritis, Topo mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada Ngarsa Dalem dan jajaran Pemerintah Kabupaten Bantul karena telah mengizinkan lahan pasir ini untuk dikelola sebagai lahan pertanian sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Dengan adanya jalan ini, kami para petani merasa sangat terbantu. Akses ke lahan pertanian dan ke pasar menjadi lebih mudah, sehingga biaya transportasi dapat ditekan dan hasil panen bisa lebih cepat sampai ke konsumen,” ujar Topo.

“Mudah-mudahan kedepannya, terkhusus parangtritis dan kawasan pantai selatan bisa kita kembangkan, tidak hanya sebagai lahan pertanian, tetapi juga pariwisata,” tutur Topo. (Ans)