Honest Abe — alias Abe yang jujur — nyatanya bukan julukan kosong bagi Abraham Lincoln, Sang Presiden ke-16 Amerika Serikat, sejak kecil ia konsisten bersikap jujur. Ibu tirinya berkomentar, “Ia tak pernah berdusta pada saya seumur hidupnya, tak pernah berdalih atau mengelak untuk menghindari hukuman atau tanggung jawab lain…”
Ia bersikap jujur dalam perkara kecil sekalipun, seperti ketika dia menjadi penjaga toko di New Salem, Illinois. Suatu petang, saat mencatat neraca keuangan, Lincoln mendapatkan bahwa ia telah memungut bayaran sekitar 6 sen lebih banyak dari seorang pelanggan. Malam itu juga, ia berjalan kaki beberapa mil ke rumah pelanggan itu untuk mengembalikan uang tersebut.
Salomo menulis beberapa Amsal tentang berkat dari kejujuran:
> Berjalan dalam kejujuran mendatangkan rasa aman yang kudus.
> Kejujuran itu seperti jalan yang sekalipun tidak gampang untuk di tempuh, tidak akan menyesatkan.
Dengan demikian, kejujuran membebaskan dan melindungi kita. Kejujuran membebaskan kita dari daya pikat dosa dan sistem dunia yang penuh jebakan, serta melindungi kita dari ancaman kerusakan dan kebinasaan yang menyertainya.
Dalam hidup sehari-hari belakangan ini, kejujuran terasa begitu sulit untuk di temukan, sebaliknya korupsi merajalela, keadaan memprihatinkan ini sejatinya merupakan kesempatan bagi orang benar untuk bersinar. Di tengah kegelapan korupsi, biarlah kita menjalankan pekerjaan, termasuk pekerjaan yang tampak remeh sekalipun, dengan penuh kejujuran.
Ketika kita hidup dalam kejujuran, kejujuran akan membela dan melindungi kita. “Orang yang jujur dilepaskan oleh kebenarannya, tetapi pengkhianat tertangkap oleh hawa nafsunya.” Amsal 11:6
Selamat beraktivitas di akhir pekan, dalam perkenan-Nya. Walk with God. Jaga kesehatan, tetap semangat dan antusias. Tuhan Yesus melimpahkan rahmat-Nya sehingga terobosan illahi, jalan keluar illahi, penyelesaian illahi dan pelipatgandaan illahi di seluruh area kehidupan kita dinyatakan.
Abah Daniel
