Semarang, Pelitanusantara.com – Geliat realisasi investasi pada kuartal I 2025 membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja di Jawa Tengah. Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, ada penyerapan sebanyak 97.550 orang tenaga kerja dari realisasi kinerja investasi triwulan I 2025.
“Penyerapan tenaga kerja mencapai 97.550 orang, serta penambahan jumlah proyek sebanyak 20.431,” kata Kepala DPMPTSP Jateng, Sakina Rosellasari. Sakina menjelaskan bahwa kenaikan penyerapan tenaga kerja dipengaruhi dari realisasi kinerja investasi yang cukup baik pada triwulan pertama ini, yakni sebesar Rp21,85 triliun.
“Realisasi investasi triwulan I 2025 terdiri dari penanaman modal asing (PMA) yang berkontribusi sebesar 64 persen atau Rp14,08 triliun, dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebanyak 36 persen senilai Rp7,7 triliun,” tambahnya.
Lima besar realisasi sektor investasi di Jateng pada triwulan I 2025 adalah industri tekstil, industri barang dari kulit dan alas kaki, industri karet dan plastik, industri makanan, serta perumahan dan kawasan industri perkantoran.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, mengatakan bahwa capaian realisasi investasi sudah baik dan harus terus ditingkatkan. “Utamanya, dalam membangun komunikasi dan kolaborasi antardinas. Verifikasi dan validasi perizinan usaha harus dilakukan dengan disiplin sesuai regulasi,” ujarnya.
“Kalau di Indonesia bisa dijelaskan (informasi) nonhalal corner, maka akan lebih jelas terkait pariwisata ramah muslim,” kata Taj Yasin memberikan masukan tentang pentingnya verifikasi izin restoran/perhotelan yang mencakup aturan mengenai informasi makanan halal dan nonhalal.
Dengan demikian, Jawa Tengah dapat terus meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakatnya. [÷]













