Internalisasi Nilai-Nilai Pancasila, Wujudkan Pemilu Damai Tahun 2024.

yupiterjogja
Img 20230615 Wa0023
Spread the love

YOGYAKARTA-PN NEWS, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Daerah Istimewa Yogyakarta, memfasilitas Komunitas Pemuda Batak Bersatu (PBB) DPD Daerah Istimewa Yogyakarta dan PBB DPC Sleman, menyelenggarakan kegiatan Sinau Pancasila dan Wawasan Kebangsaan dengan tema ” Internalisasi nilai-nilai Pancasila mewujudkan Pemilu Damai tahun 2024″ bertempat di Grand Serela Yogyakarta, Kamis (15/6/2023).

Hadir beberapa Pembicara diantaranya : Pembicara Pertama Siti Nurjanah , anggota Komisi A DPRD DIY, dengan Topik Peran DPRD DIY dalam mewujudkan Pemilu bermartabat dan berbudaya.

Dalam pemaparannya, Siti Nurjanah mengatakan Komisi A DPRD DIY sebagai Inisiator lahirnya Perda DIY nomor 1 tahun 2022, Tentang Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan dan kegiatan hari ini merupakan salah satu bentuk sosialisasi terhadap Perda tersebut.

Tujuannya adalah menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada masyarakat dan aparatur sipil negara. Mewujudkan semangat nasionalisme dan cinta tanah air. Memperkuat terwujudnya pengaturan Keistimewaan DIY. Terciptanya persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Mewujudkan kerukunan dan ketentraman masyarakat, karena Pancasila adalah Idiologi Pemersatu Bangsa.tuturnya.

Wahyu Bintari, S.PSI, M.PSI , Psikolog , tampil sebagai Pembicara Kedua dengan Topik Menangkal Hoax melalui Internalisasi Nilai-Nilai Pancasila.

Menurut Wahyu Bintari, orang Indonesia mudah termakan berita Hoax, hal ini dikarenakan tiga faktor : pertama kebiasaan orang hanya membaca judulnya saja dan mengagungkan satu sumber informasi., kedua karakter lugu, mudah percaya, tidak bisa membedakan mana satire dan hoax., ketiga kebiasaan orang Indonesia percaya berita yang sering mereka baca di timeline sosmed mereka dan sering dibagikan serta mudah percaya informasi dengan embel-embel agama, menjadi cara ampuh mengajak orang atau share informasi tanpa pikir panjang.

Ciri dari berita hoax menurut Wahyu Bintari yaitu sumber beritanya tidak jelas, penulisannya berantakan, menimbulkan kebencian serta manipulasi foto dan keterangan.

Hoax bisa di lawan dengan internalisasi nilai-nilai Pancasila, keteladanan dalam penerapan nilai-nilai pancasila terutama keterlibatan dalam kehidupan sosial dengan cara yang sederhana, dimulai dari lingkungan sekitar kita. Generasi muda sebagai digital native harus menjadi influencer dalam hal cinta tanah air dan stop hoax. Perlunya kurikulum pendidikan dan praktek pendidikan Pancasila, juga dialog lintas agama dan suku bangsa.

Sementara Pembicara Ketiga , Wawan Budiyanto anggota KPUD DIY dengan topik : Pemilih Muda dan Tantangan Pemilu 2024.

Wawan Budiyanto menuturkan, Pemilu adalah bagian dari cara merawat kebangsaan kita dan merupakan saluran demokrasi masyarakat, untuk itu KPU Daerah Istimewa Yogyakarta telah menyediakan fasilitas TPS khusus, untuk mengakomodir para pemilih, terutama mahasiswa dari luar DIY atau luar pulau yang tidak bisa pulang untuk menyalurkan atau menggunakan hak pilihnya saat pelaksanaan pemilu bulan februari 2024, mendatang.

Tantangan Pemilu 2024 adalah Politik Uang, Politisasi Sara, Hoax, Potensi konflik antar konstituen, Tingginya suara tidak Sah, A5 pemilih mahasiswa dan pelajar. pungkasnya.

Immanuel A.Ompusunggu,S.Si , Ketua Pemuda Batak Bersatu (PBB) DPD DIY, kepada media disela-sela kegiatan menerangkan, bahwa kegiatan ini adalah bentuk sinergitas perkumpulan Pemuda Batak Bersatu DPD DIY dan PBB DPC Sleman, yang dimotori Ketuanya Antoni Parhusip hadir bersama anggota pengurus, difasilitasi oleh Badan Kesbangpol Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tujuannya adalah bagaimana kita bisa bersatu untuk mewujudkan Pemilu Damai, sasaran kita mahasiswa dari berbagai kampus , perkumpulan marga dan Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa (IKPM) Sumatera Utara di DIY dengan jumlah peserta 50 orang. ujar Immanuel.(Ome)

Tinggalkan Balasan

error: Coba Copy Paste ni Ye!!