Inilah Keunikan Candi Sukuh di Karanganyar

Kefaspelita
Img 20240113 Wa0039
Spread the love

Karanganyar,Pelitanusantara.com Candi Sukuh memiliki sesuatu yang istimewa dibandingkan kebanyakan candi di Indonesia.

Jika biasanya candi di Indonesia, seperti Borobudur dan Prambanan, memiliki stupa, Candi Sukuh justru tidak memilikinya.

Cagar budaya yang berada di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, ini justru berbentuk teras berundak.

Melihat Candi Sukuh, Moms mungkin langsung teringat pada Piramida Suku Maya di Meksiko.

Candi Sukuh terletak di lereng barat Gunung Lawu.

Tepatnya di Dusun Sukuh, Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Situs peninggalan sejarah ini berada pada ketinggian sekitar 910 meter di atas permukaan laut.

Candi Sukuh diperkirakan dibangun dan juga didirikan pada akhir abad ke-15 M semasa pemerintahan Suhita, Ratu Majapahit yang memerintah pada tahun 1429-1446.

Candi Sukuh.width 800.format Webp

Nah, berbeda dengan umumnya candi Hindu di Jawa Tengah, arsitektur Candi Sukuh dinilai “menyimpang” dari ketentuan pedoman pembuatan bangunan suci Hindu.

Menurut ketentuannya, candi haruslah berdenah dasar bujur sangkar, dengan tempat yang paling suci berada di bagian tengah.

Para ahli menduga, “penyimpangan” ini karena Candi Sukuh dibangun saat memudarnya pengaruh agama Hindu di Jawa

Hal ini diduga yang menghidupkan kembali unsur-unsur budaya lokal dari zaman Megalitikum.

Pengaruh zaman prasejarah ini bisa dilihat dari bentuk bangunan yang menyerupai teras berundak.

Bentuk ini mirip dengan bangunan punden berundak yang merupakan ciri khas bangunan suci pada masa pra-Hindu.

Ciri khas lain bangunan suci dari masa pra-Hindu adalah tempat yang paling suci terletak di bagian paling tinggi dan paling belakang.

Tahukah mengapa Candi Sukuh dijuluki sebagai “The Last Temple”?

Alasannya, candi ini merupakan candi peninggalan umat Hindhu yang terakhir di zaman Majapahit.

Seperti sudah diulas di atas, Candi Sukuh berbentuk teras berundak.

Img 20240113 Wa0038

Terdapat gapura utama yang menghubungkan pengunjung ke teras dan gapura lain, hingga tiba di bangunan utama.

Di sini, pengunjung akan menemukan tiga gapura dan teras dengan keunikannya masing-masing.

Teras pertama, atau disebut gapura paduraksa, yaitu gerbang utama untuk masuk candi.

Ambang pintu gapura dihiasi pahatan kala berjanggut panjang.

Sementara, dinding sayap utara gapura ada relief yang menggambarkan seorang yang sedang berlari sambil menggigit ekor ular yang sedang melingkar.

Kemudian, dilanjutkan pelataran teras kedua, yangImg 20240113 Wa0037 terdapat gapura bentar yang mengapit tangga menuju ke pelataran teras kedua.

Tidak terdapat pahatan atau hiasan pada dinding gapura ini.Pelataran teras kedua tidak terlalu luas, di bagian ini, tidak terdapat arca atau relief.

Yang amat disayangkan, gapura kedua ini dalam kondisi rusak berat.

Nah, berjalan menuju teras ketiga, kita bisa melihat terdapat pelataran yang lumayan besar tempat Candi Sukuh berada.

Teras ketiga ini merupakan teras terakhir yang letaknya paling tinggi dan menjadi tempat yang paling suci.

Di pelataran halaman ketiga ini terdapat banyak sekali arca dan panel batu bergambar.

Saat menaiki anak tangga dalam lorong gapura, Moms akan disuguhi relief yang cukup erotis dan vulgar terpahat di lantai.

Img 20240113 Wa0040

Relief ini menggambarkan phallus (penis) yang berhadapan dengan vagina.

Relief ini adalah lambang kesuburan, dan ada filosofi yang terkandung di dalamnya.

Img 20240113 Wa0035

Konon, relief tersebut sengaja dipahat di lantai pintu masuk agar segala kotoran yang melekat di badan seseorang yang melintasinya menjadi sirna sebab sudah terkena suwuk.

Dari cerita nenek moyang juru kunci Candi Sukuh, relief tersebut juga untuk tes keperawan calon pengantin.

Pengantin laki-laki yang ingin menguji kesetiaan calon istrinya akan meminta sang kekasihnya melangkahi relief ini.

Tanda kalau calon pengantian masih perawan atau tidak akan terbukti dengan kondisi kain kebaya yang dipakai Ketika melangkahi relief.

Jika kain kebaya yang dikenakan robek atau terjatuh, dia masih perawan.

Img 20240113 Wa0036

Sebaliknya, jika kainnya hanya terlepas, sang kekasih diyakini telah sudah tak perawan.

Bangunan utama Candi Sukuh ini berbentuk trapesium berdenah dasar 15 meter persegi dan tinggi mencapai 6 meter.

(Red)

Tinggalkan Balasan

error: Coba Copy Paste ni Ye!!