Inilah Belaskasihan Tuhan

...”Katakanlah kepada mereka: Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH, Aku tidak berkenan kepada kematian orang fasik, melainkan Aku berkenan kepada pertobatan orang fasik itu dari kelakuannya supaya ia hidup. Bertobatlah, bertobatlah dari hidupmu yang jahat itu! Mengapakah kamu akan mati, hai kaum Israel?.”…Yehezkiel 33:11

SaatTeduh,Pelitanusantara.com | Mari kita perhatikan baik bahwa orang-orang yang berputus asa dalam mendapatkan belas kasihan Allah, dijawab dengan pernyataan yang luarbisa yang di sampaikan dengan sungguh bagimana *Allah menunjukkan belas kasihan* . Ketika mereka berbicara mengenai kehancuran dalam kejahatan mereka, dengan segera Allah mengutus Yehezkiel kepada mereka, dengan secepat-cepatnya, untuk memberitahukan bahwa meskipun perkara mereka menyedihkan, tetapi tidaklah tanpa harapan, sebaliknya masih ada harapan. Harus diingat bahwa Allah tidak berkenan kepada kebinasaan orang fasik. Ia juga tidak menghendakinya. Jika mereka mau menghancurkan diri mereka sendiri, Allah akan memuliakan diri-Nya sendiri di dalamnya, tetapi sama sekali Ia tidak berkenan di dalamnya. Sebaliknya Ia lebih ingin supaya mereka berbalik dan hidup, sebab kebaikan-Nya merupakan sifat khas-Nya, yang tertinggi dalam kemuliaan-Nya, yang paling disukai-Nya.

Ia lebih menyukai orang-orang berdosa itu *berbalik dan hidup* , dari pada terus berjalan dan mati. Ia telah *berfirman dan bersumpah* tentangnya, sehingga oleh dua hal abadi yang tidak akan berubah ini, mustahil bagi Allah untuk berdusta di dalam keduanya, dan kita pantas memiliki penghiburan yang kuat. Kita memiliki *firman-Nya dan juga sumpah-Nya* , dan Ia bersumpah demi diri-Nya sendiri, karena tidak ada orang yang lebih tinggi dari pada-Nya: Demi Aku yang hidup. Mereka mempertanyakan apakah mereka akan hidup, walaupun mereka bertobat dan memperbarui diri? Ya, firman Tuhan, seyakin Aku hidup, orang-orang yang sungguh-sungguh bertobat juga akan hidup, sebab hidup mereka tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah. Yesus berkata bahwa Ia datang untuk orang berdosa…Sudah pasti pernyataan bahwa Allah bersungguh-sungguh dan *tulus dalam memanggil orang-orang berdosa untuk bertobat* : Bertobatlah, bertobatlah dari hidupmu yang jahat itu. Bertobat berarti berbalik dari jalan yang jahat.

Inilah yang diminta Allah supaya dilakukan oleh orang-orang berdosa. Inilah yang Ia minta dengan sangat kepada mereka supaya dilakukan, dengan berulang-ulang menekankan hal-hal ini: Berbaliklah, berbaliklah. Oh, kalau saja mereka terbujuk untuk berbalik, bertobat dengan segera, tanpa bertangguh-tangguh lagi! Dengan ini Ia akan memungkinkan mereka melakukan hal ini, kalau saja mereka mau meninggalkan perbuatan-perbuatan mereka untuk berbalik kepada Allah …Hos. 5:4, Sebab Ia sudah berfirman, Aku hendak mencurahkan isi hati-Ku kepadamu…Ams. 1:23. Dan di dalam ini Ia akan menerima mereka. Sebab, bukan saja itulah yang Ia perintahkan, melainkan juga apa yang Ia kehendaki untuk mereka kerjakan…Hal ini menjadi peringatan bagi kita, jika kita binasa dalam kefasikan kita, itu tentu adlah kesalahan kita sendiri artinya karena memang ingin mati, dan dalam hal ini kita adalah tindakan yang sangat bodoh: Mengapakah kita akan mati? ingat Allah pasti bersedia mendengar kita, tetapi kita tidak mau mendengar-Nya…Tuhan Yesus memberkati.

Pdt.Ricardo RJ Palijama – Sekretaris BM Sinode EMC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *