
…”Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.”…Ibr 11:1…”Iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.”…Yakobus 2:22
Pelitanusantara.com | Jangan terkecoh tentang ajaran iman yang kita terima, karena ada begitu banyak orang yang menjadi terfokus hanya kepada iman yang menguntungkan bagi dirinya saja. Misalnya ketika kekurangan, maka ia beriman Tuhan akan mencukupi, atau jika ia sakit maka ia beriman Tuhan akan menyembuhkan. Sebenarnya itu pun baik dan benar, namun ada tingkatan iman yang lebih tinggi yang bisa kita capai ketika kita belajar tentang hati-Nya Tuhan. Dan ternyata iman tidak hanya menarik diri untuk kepentingan kita saja, melainkan bagaimana Tuhan disenangkan karena kita beriman kepada-Nya dengan tidak ada keraguan sedikitpun. Ingat Daniel, Sadrakh, Mesakh dan Abednego tidak memiliki iman yang berdasarkan pada apa yang mereka kehendaki, mereka memiliki iman yang tanpa syarat, sebab seandainya saja mereka tidak menerima pertolongan dari Tuhan, mereka tetap menyembah Tuhan. Inilah arti yang sesungguhnya dari: “Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.” …Yakobus 2:17. Iman bukan sekedar kita berdoa dan mengharapkan sesuatu terjadi, tetapi iman adalah sekalipun apa yang kita harapkan tidak terwujud, kita tetap percaya dan tetap memuji Tuhan.
Sesungguhnya bagi kita yang percaya ada suatu kekuatan supranatural yang memimpin kita sampai kita melihat kemuliaan Allah nyata dengan cara-Nya dan bukan sesuai dengan apa yang kita harapkan. Ini berbicara tentang iman yang meskipun, walaupun, atau sekalipun, bukan iman yang menuntut jawaban. Kedewasaan iman kita akan teruji ketika kita hanya memperkatakan apa yang kita percayai, sekalipun tidak ada dasar untuk berharap dan tidak ada jalan keluar yang bisa kita lihat, namun iman kita tetap tidak tergoyahkan. Dan untuk mencapai iman yang seperti itu “Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan.” …Ibrani 12:2a. Sesulit apapun keadaan yang sedang kita alami, milikilah iman yang teguh kepada Tuhan, sebab tanpa iman tidak mungkin kita berkenan kepada Tuhan …Ibrani 11:6a. Jangan sekali-kali kita dikalahkan oleh situasi atau keadaan yang ada. Adakalanya Tuhan ijinkan kita melewati situasi-situasi sulit yang sepertinya tidak ada jalan, karena Ia ingin melatih iman kita dan mengajar kita untuk bergantung penuh kepada-Nya. Sebagai orang percaya hidup kita adalah karena percaya, bukan karena melihat 2 Korintus 5:7, karena “yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.” …2 Korintus 4:18…Bagaimana dengan setiap kita…Tuhan Yesus memberkati
Pdt.Ricardo RJ Palijama Sekretaris BM EMC
