Salatiga, Pelitanusantara.com – Bertempat di ruang rapat gedung Fakultas Sains dan Matematika (FSM) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, Senin 16 Desember 2024 yang baru lalu diadakan ibadah natal sekaligus ucapan syukur fakultas atas SK sebagai profesor atas diri Prof. Dr. Hanna Arini Parhusip di lingkungan FSM.
Acara ibadah Natal di FSM yang diikuti segenap dosen dan karyawan ini menurut Assoc. Prof. Dr. Wahyu Hari Kristiyanto, M.Pd. yang adalah Dekan FSM merupakan acara tahunan.
“Ini adalah acara tahunan, dan kebetulan SK Prof. Dr. Hanna Arini Parhusip sudah diterima, maka sekaligus acara ini syukuran FSM dan sebelumnya diadakan rapat evaluasi tahunan,” demikian Assoc. Prof. Dr. Wahyu Hari Kristiyanto, M.Pd. memberi penjelasan sebelum acara dimulai.
Menjadi Bintang di Dunia
Dalam acara natal, Pdt. Em. Drs. Suyito Basuki, M.Th. dari GITJ Kedung Penjalin Jepara memberi semangat supaya segenap sivitas akademika memberi dampak yang positif terhadap lingkungannya.
“Keberhasilan secara akademis saja tidak cukup, hendaknya diimbangi dengan keunggulan moral. Dengan demikian kita akan menjadi bintang-bintang di dunia yang gelap dimana banyak kejahatan di sekitar kita,” demikian Suyito Basuki mengurai tema natal: Terberkati dalam Komunitas untuk Berdampak yang terambil dari nas Filipi 2:15 yang berbunyi: “ supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia ,”
Variabel Waktu dalam Parameter
Ditemui usai acara Prof. Dr. Hanna Arini Parhusip yang bersuamikan Dr.Suryasatriya Trihandaru,S.Si, MSc.nat ini menjelaskan materi penelitiannya hingga memperoleh gelar kehormatan akademik yang tertinggi, yakni gelar profesor di FSM UKSW ini.
“Penelitian saya terkait dengan pemodelan covid 19 di Indonesia dengan susceptible vaccinated infected recovered (SVIR). Susceptible menunjuk kepada orang-orang yang rentan terhadap covid 19, vaccinated adalah orang yang divaksin,” demikian Prof. Dr. Hanna Arini Parhusip kelahiran Salatiga, 27 Februari 1968 itu memulai penjelasannya.

“Sebelumnya modelnya tanpa V, tetapi setelah tahun 2021 dan tahun 2022 sudah tervaksin kita punya data orang yang tervaksin itu bagaimana pengaruhnya terhadap pemodelan kita bisa menjelaskan yang biasanya parameter yang biasanya kan konstan. Penemunya menggunakan konstan, tetapi kita menggunakan sebagai variabel waktu dimana parameter itu menentukan yang disebut parameter reproduction number yakni sebuah indikator untuk mengenali bagaimana tingkat penularan covid di suatu daerah,” jelas Hanna dosen prodi S1 matematika sejak 1994-2020 dan menjadi dosen Magister Sains Data di FSM sejak 2020 hingga sekarang.
“Tentunya kita bisa tahu 2020 ke tahun 2022 tingkat penularan itu tidak konstan, kita beri angka tetapi berdasarkan fungsi waktu. Ada keterbaruannya di sana sehingga kita bisa menunjukkan reproduction number (Ro) sebagai fungsi waktu. Misalkan pada waktu tertentu, Ro bernilai sekitar 2 maka tiap orang berpotensi menularkan 2 orang Covid-19,” demikian Prof. Dr. Hanna Arini Parhusip yang yang memiliki anak semata wayang Yos Sebastian Denggan Satriaputra dan memiliki obsesi ingin mendirikan museum matematika ini menguraikan secara sederhana karya penelitiannya.
Oleh: Suyito Basuki
