“Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar” (1 Timotius 6:6)
Rasul Paulus sebagai penulis surat Timotius. Surat Rasul Paulus kepada Timotius disebut sebagai surat penggembalaan. Timotius sebagai anak didik rohani Paulus, menggembalakan jemaat di Efesus. Paulus perlu memberikan pedoman kepada Timotius tata cara penggembalaan jemaat. Mengapa demikian? Karena banyak aspek dalam penggembalaan jemaat yang perlu dicermati, terlebih sikap-sikap yang tidak benar beberapa orang terhadap ibadah atau kesalehan.
Kata “ibadah” yang digunakan di dalam ayat 3 dan 6 dalam banyak terjemahan alkitab bahasa Inggris menggunakan kata “godliness” yang artinya ‘kesalehan’. Bahasa Yunaninya adalah εὐσέβεια (eusebeia) yang berarti takzim, penghormatan, kesalehan, hidup yang alim di hadapan Tuhan. Ibadah atau kesalehan memiliki maksud hidup yang menempatkan diri seperti saat Kristus hidup di dunia ini. Oleh karena itu, ibadah atau kesalehan berbicara mengenai hidup yang bermoral lurus atau benar.
Paulus melihat, di dalam jemaat Efesus ada orang yang memandang salah tentang ibadah atau kesalehan. Orang-orang ini adalah golongan orang yang selalu berusaha mencari kekayaan yang bersifat material dalam kehidupannya. Orang-orang ini adalah orang-orang yang dapat disebut sebagai orang-orang pemburu uang. Tentu saja orang-orang ini mempunyai pemahaman bahwa uang atau kekayaan merupakan sumber kebahagiaan dalam kehidupan.
Padahal menurut Paulus orang yang cinta uang atau senantiasa memburu uang ini akan banyak mendapatkan pencobaan dan mendatangkan kejahatan (ay. 9, 10). Kata “pencobaan” beberapa alkitab berbahasa Inggris menerjemahkan “temptation”. Ini dari kata πειρασμός (peirasmos) yang antara lain berarti pencobaan terhadap keyakinan, integritas, kebaikan dan keteguhan seseorang. Kata ini juga menunjuk pencobaan yang dilakukan Iblis kepada Tuhan Yesus yang bermaksud membelokkan tujuan utama Tuhan Yesus datang ke dunia (Mat 4:1-11).
Sedangkan kata “kejahatan” beberapa alkitab berbahasa Inggris menerjemahkan “evil” yang berarti jahat. Dalam bahasa Inggris, penyebutan setan menggunakan kata “evil” ini. Dalam bahasa Yunaninya adalah κακός (kakos) yang berarti secara alami buruk; pemikiran, perasaan dan tindakan yang salah, jahat atau hal-hal yang menyusahkan, merugikan, berbahaya untuk kesehatan, dan merusak.
Paulus melihat, orang-orang yang masuk dalam kelompok orang-orang yang memburu uang, selalu melihat hidupnya tidak cukup. Sehingga saat mereka melakukan ibadah atau tindak kesalehan, tidak mendapatkan keuntungan apa-apa. Karena mereka ini selalu berpikir, bahwa keuntungan selalu bersifat dan terkait dengan materi atau keuangan.
Paulus menggunakan kata αὐτάρκεια (autarkeia) yang berarti suatu kondisi yang sangat baik (perfect) dalam hidup yang tidak butuh bantuan atau dukungan terhadap apa yang dibutuhkan. Bagi Paulus, segala sesuatu yang ada harus disyukuri. Paulus berkata:” Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah” (ay. 8). Hal ini karena Paulus berpijak pada kebenaran yang hakiki, bahwa manusia tidak membawa apa-apa ketika lahir di dunia, demikian pun saat ia mati (ay. 7).
Jika hidup bisa dilakukan sebagaimana yang Paulus lakukan, kita bisa mensyukuri hal-hal yang ada pada kita,maka ibadah atau kesalehan akan membawa keuntungan, bahkan keuntungan yang sangat besar. Alkitab bahasa Inggris menerjemahkan dengan kata “great gain” atau dalam bahasa Yunani adalah πορισμὸς μέγας (porismos megas). Ada kata ‘megas’ yang kemudian kita kenal kata ‘mega’ untuk menunjukkan hal-hal yang super atau sangat besar, sebuah ukuran keuntungan yang kita dapatkan itu, terkait dengan ibadah atau kesalehan yang kita lakukan. Keuntungan itu bermakna spiritual bersifat kekinian dan masa depan kekekalan yang akan memunculkan berbagai hal-hal baik dalam kehidupan!
Oleh Suyito Basuki
