Hidupku bukan Aku lagi

…”namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.”…Galatia 2:20a

Pelitanusantara.Com | Rasul Paulus sungguh berani bersikap dan ia bisa berkata demikian karena ia berbahagia, sebab ia punya Imam besar yang mengerti benar tentang siapa ia, lihat apa yang dikatakan Ibrani 4:15…”Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.” Ia adalah Anak Allah yang lahir sebagai manusia, yang berjalan di muka bumi ini dan mengalami segala hal yang pernah dilalui dan dirasakan oleh manusia. Dan ini membuktikan bahwa Ia bisa melewati semuanya.

Marilah kita perhatikan keteladanan yang luar biasa Yesus berikan pada kita yaitu ketaatan dan penyerahan-Nya yang sempurna terhadap kehendak Bapa. Ia sadar bahwa hidup-Nya bukan milik-Nya sendiri, melainkan kehendak Bapa yang menguasai-Nya. Ia telah berdoa agar cawan itu lalu dari pada-Nya, tetapi bukan kehendak-Nya namun kehendak Bapa, makanya Dia harus minum dari cawan ini, karena ia mengerti benar bahwa ketika dosa itu turun ke atas-Nya, sebagai ganjaran penebusan manusia, maka Ia terpisah dan menjadi tidak berkenan kepada Bapa, semuanya agar dapat menggenapi rencana dan kehendak Bapa.

Dan akhirnya yang terjadi adalah seringkali kita memaksakan kehendak kita sendiri inilah (EGO) bukan kehendak-Nya…Ada begitu banyak umat Tuhan yang mempermainkan dan menganggap murah darah pengorbanan Yesus di kayu salib. Memang kita akui bahwa manusia selalu bergumul dengan kehendaknya sendiri, seperti yang Paulus katakan didalam… Roma 7:19…”Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat.”, serta Paulus mencoba untuk lebih dalam lagi dalam beberapa surat-Nya, seperti didalam 1 Kor 9:27…”Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.”…marilah kita melatih tubuh kita untuk mengerjakan kehendak-Nya agar kita berkenan di hadapan-Nya…Tuhan Yesus memberkati.

Pdt.Ricardo RJ Palijama Ketua Sinode Gereja Methodis Injili

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *