HIDUP YANG BERINTEGRITAS

  • Bagikan

 

Pelitanusantara.com Keluaran 23:1, “Janganlah engkau menyebarkan kabar bohong; janganlah engkau membantu orang yang bersalah dengan menjadi saksi yang tidak benar.”

HIDUP YANG BERINTEGRITAS

Tidak cukup bahwa mereka mempunyai hukum-hukum yang baik, lebih baik daripada yang pernah dimiliki bangsa mana pun, tetapi juga perhatian harus diberikan supaya peradilan dijalankan dengan semestinya menurut hukum-hukum itu.

Para saksi diperingatkan agar supaya mereka tidak membuat orang yang tidak bersalah didakwa, dengan menyebarkan kabar bohong tentangnya dan menciptakan desas-desus untuk melawannya. Dan juga supaya mereka tidak membantu menuntut orang yang tidak bersalah, atau orang yang mereka ketahui tidak bersalah, dengan membantu bersumpah sebagai saksi melawannya (Keluaran 23:1.). Bersaksi dusta melawan seseorang, dalam perkara yang menyentuh hidupnya, dengan berbohong mengenai orang itu, bersumpah palsu, melancarkan kebencian, pencurian, dan pembunuhan, disertai noda-noda tambahan, yaitu mewarnai semuanya dengan dalih keadilan, dan melibatkan banyak orang lain dalam kesalahan yang sama.

Janganlah engkau menyebarkan,” dalam tafsiran yang agak luas berbunyi, “janganlah engkau menerima kabar bohong”.

Kadang-kadang kita tidak bisa menghindar mendengar kabar bohong, tetapi kita tidak boleh menerimanya, yaitu, kita tidak boleh mendengarnya dengan perasaan senang dan gembira, seperti orang-orang yang bersuka dalam kejahatan. Kita juga tidak boleh mempercayainya selama masih ada alasan apa saja untuk mempertanyakan kebenarannya. Ini merupakan perbuatan yang penuh kasih terhadap nama baik sesama kita, dan berbuat seperti kita ingin orang lain berbuat kepada kita. Jadi penebar hoax sama jahatnya dengan yang menerima dan yang mempercainya. Untuk itu, hiduplah dengan benar.

Janganlah mudah menerima kabar yang sumbernya tidak jelas, apa lagi dalam bentuk fitnah atau memburukan nama baik. Haleluyah Pst.harts

  • Bagikan