Yesaya 5:4, “Apatah lagi yang harus diperbuat untuk kebun anggur-Ku itu, yang belum Kuperbuat kepadanya? Aku menanti supaya dihasilkannya buah anggur yang baik, mengapa yang dihasilkannya hanya buah anggur yang asam?”
Pelitanusantara.com | Dalam Perjanjian Lama, kiasan tentang “Kebun Anggur” untuk menggambarkan Israel muncul juga dalam Yeremia 12:10 dan Mazmur 80. Dalam Perjanjian Baru, kiasan ini muncul dalam Perumpamaan tentang Penggarap-penggarap Kebun Anggur yang Jahat (Injil-injil Sinoptik), dan dengan penyesuaian khusus muncul dalam Khotbah Yesus tentang Pokok Anggur yang Benar (Yohanes 15). Kekasihku barangkali bukan merujuk kepada Allah (sebab kata ini, dôd, tidak pernah dipakai di tempat lain), melainkan kepada teman Yesaya yang mengalami kekecewaan karena kebun anggurnya. Tetapi, cara nabi ini mengidentifikasikan diri dengan “kekasih” dalam Yesaya 5:4 menunjukkan kesatuan mistis di antara mereka, yaitu kesatuan yang paling cocok untuk menggambarkan hubungan nabi dengan Allah yang menggunakan sang nabi sebagai juru bicara. Sungguh, dosa Israel tak termaafkan karena menghasilkan buah yang masam, padahal Allah telah memberikan semua kemudahan berupa tanah yang baik dan subur.
Nyanyian kebun anggur ini menunjukkan bahwa Allah berusaha sedapat-dapatnya untuk menjadikan Yehuda bangsa yang benar dan produktif. Hanya ketika mereka gagal menjadi apa yang diinginkan-Nya barulah Allah membinasakan kebun anggur-Nya (Perumpamaan Yesus tentang penggarap-penggarap kebun anggur dalam Matius 21:33-44. Perumpamaan Yesaya secara historis menunjuk kepada kebinasaan Yerusalem dan kerajaan Yehuda. Pada tahun 589 SM, Nebukadnezar II mulai mengepung Yerusalem, yang berpuncak pada kehancuran kota dan Bait Sucinya, di musim panas atau 586-587 SM.
Ketika kekasih Tuhan, yaitu kita yang dikasihiNya tidak fokus pada buah yang Tuhan harapkan, maka bersiaplah akan penderitaan.
Yohanes 15:16, “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.” Kita di pilih untuk bertumbuh dan berbuah bagi kemuliaan Tuhan. Kehidupan kristen adalah soal berbuah…bagaimana bisa berbuah jika tidak bertumbuh? Hiduplah dalam kasih Tuhan dan berbuahlah dalam kebaikan bagi kemuliaanNya. Shalom. (Pst.harts)













