TRENGGALEK – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung lokasi bencana tanah longsor dan banjir di Kabupaten Trenggalek. Kunjungan itu berlangsung di Desa Sumurup, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek. Minggu (23/10/2022).
Gubernur Jawa Timur Khofifah tiba di Lapangan Sumbergedong Trenggalek pukul 09.15 dengan helikopter. Saat itu Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin beserta jajarannya juga tampak hadir dan menyambut kedatangan Gubernur Jawa Timur Khofifah.
Gubernur Jawa Timur Khofifa beserta Bupati Trenggalek langsung menuju lokasi tanah longsor di Desa Sumurup, Kecamatan Bendungan. Dalam kunjungannya Gubernur Khofifah mengatakan, tahun 2022 bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Trenggalek tergolong besar.
“Bencana yang menerpa Kabupaten Trenggalek tergolong tinggi. Meski demikian kami selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah untuk segera menindaklanjuti bencana ini, baik dalam bentuk bantuan sosial maupun bidang infrastruktur” kata Khofifah.

Saat ini tercatat ada 37 rumah 51 KK yang terancam bencana longsor. Sebab ada retakan – retakan tanah di atas bukit yang sewaktu – waktu terjadi longsor. Sementara ada empat rumah yang sudah tertimbun tanah longsor.
“Segera akan di relokasi di lokasi yang jauh dari ancaman tanah longsor, sehingga saya sampaikan kepada bapak bupati untuk bisa kita lihat langsung. Ada lahan dari perkebunan di dekat sini yang kemungkinan bisa kita gunakan tempat relokasi permanen dan bisa memberikan keamanan serta hunian yang aman bagi masyarakat” ujar Khofifah.
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengatakan, soal relokasi pihaknya segera menindaklanjuti di tanah milik Provinsi Jawa Timur.
“Di Trenggalek kemungkinan besar ada tanah milik Provinsi Jawa Timur, sesuai instruksi itu bisa kita gunakan untuk relokasi” kata Arifin.
Saat ini pemerintah provinsi dengan alat beratnya sudah diterjunkan di beberapa titik wilayah terdampak. Begitu juga dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk membuatkan sabuk air bersama pemerintah kabupaten guna meminimalisir limpasan air masuk ke celah-celah retakan agar tidak terjadi longsor susulan.
(MJ Pelita Nusantara)
