Solo (20 Juli 2023) – pelitanusantara.com sejak pagi, Stadion Manahan Solo dipenuhi oleh warga lansia (lanjut usia) Kristen. Mereka menghadiri kegiatan yang bertajuk Ibadah Syukur dan Perayaan Hari Lanjut Usia Nasional 2023. Adapun penyelengaranya adalah Sinode Gereja Kristen Jawa (GKJ) dibantu oleh Panitia Pelaksana.
Lebih dari 10.000 orang hadir menyemarakkan acara yang digelar mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB tersebut. Meskipun usia sudah tidak lagi muda, namun tergambar jelas di wajah para peserta semangat dan kegembiraan. Mereka berasal dari berbagai wilayah di Pulau Jawa.
Pdt. Aris Widaryanto, selaku Ketua Badan Pelaksana Sinode XXVIII GKJ, mengatakan bahwa Hari lanjut Usia Nasional (HLUN) diperingati setiap tanggal 29 Mei. “HLUN dicanangkan pertama kali secara resmi oleh Presiden Republik Indonesia pada tanggal 29 Mei 1996 di Semarang,” ujar Aris. “Negara menghargai semangat jiwa raga serta peran penting dan strategi para lanjut usia Indonesia dalam kiprahnya mempertahankan kemerdekaan, mengisi penmbangunan, dan memajukan bangsa,” lanjutnya.
Acara yang diselenggarakan setiap empat tahun sekali ini, mengambil tema “Tinta Emas Adiyuswa untuk Indonesia”. Klasis Kartasura dan Klasis Sala memperoleh tugas menyambut kehadiran para peserta dengan menampilkan isian yang menarik. Lagu Indonesia Raya dan Mars Adiyuswa juga dilantunkan secara khidmat oleh para peserta.

Tak ketinggalan, musik Gamelan, penampilan Sendratari Kolosal, dan Flashmob semakin menyemarakkan acara. Sinden Elisha Orcarus dan Punakawan dipercaya memandu jalannya acara. Dengan gaya khas yang menghibur, mereka mampu membius para peserta yang hadir hingga tertawa terbahak-bahak.
Gubernur Jawa Tengah, H. Ganjar Pranowo, dan Walikota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka, tampak hadir didampingi oleh beberapa petinggi pemerintahan kota Surakarta, FKUB, beserta tamu undangan.
Ganjar, dalam sambutannya, mengatakan bahwa dirinya merasa bahagia karena diundang di acara tersebut. “Saya senang hari ini diundang bersama Bapak/Ibu, bisa berkumpul, bisa berdialog, ikut merasakan getaran-getaran kebahagiaan itu,” kata Ganjar. “Saya pasti juga kepingin punya panjang usia seperti Bapak/Ibu, sehat terus, penuh semangat terus, dan itulah yang akan menginspirasi bahwa bangsa ini adalah bangsa yang menghormati siapapun, usia berapapun, agama apapun, golongan apapun karena itulah Indonesia musti kita rawat,” imbuhnya.
J. Sutomo, selaku Ketua Adiyuswa GKJ Gambiran Sragen dan Ketua II Komisi Adiyuswa GKJ Klasis Sragen, menambahkan bahwa dirinya merasa senang dapat hadir dalam acara tersebut. “Acaranya menarik dan bagus. Saya senang karena bisa bertemu teman-teman lama,” paparnya.(Red)

