Marilah kita menyelidiki dan memeriksa hidup kita, dan kembali kepada TUHAN.
Ratapan 3:40
Pelitanusantara.com Setelah pensiun tahun 2018, aku punya kebiasaan baru, yaitu mengajak anjingku, Annie, jalan-jalan setiap pagi. Salah satu rute yang kami lalui ialah ladang dan lahan pertanian dengan barisan pegunungan yang terlihat indah di kejauhan.
Namun, rute yang kami lalui juga memiliki jalanan perbukitan bak roller-coaster, tikungan yang tajam, dan tidak ada pembatas bahu jalan. Saat kami melalui rute ini, aku menyeberang dari satu sisi ke sisi lain sehingga kami selalu terlihat oleh arus lalu lintas. Meskipun aku tahu sisi jalan mana yang aman, Annie selalu menarikku ke sisi lain, tergoda oleh apa yang mungkin dia temukan.
Seberapa sering kita melakukan hal yang sama dalam sehari? Kita mungkin memulai pagi kita dengan berdoa kepada Allah dan menjalani hari dengan mengikuti tuntunan Alkitab. Namun, tak lama kemudian, kita tenggelam dalam kesibukan dan menyerah pada godaan yang menyeret kita—menghambur-hamburkan uang, berbicara dengan amarah, mendendam, menghakimi.
Sangat mudah bagi kita untuk tenggelam di dalamnya. Namun, Alkitab mengingatkan bahwa ketika kita dicobai, Allah akan memberikan jalan keluar (lih. 1Kor. 10:13). Hari ini, saat kita merasa terpikat oleh godaan, marilah kita menginstropeksi diri dan kembali kepada-Nya.
Pokok Pikiran:
Allah akan menolongku mengatasi godaan.
Doa: Allah Mahapengampun, ketika kami mulai terpanggil untuk mengikuti godaan, tolonglah kami untuk kembali kepada-Mu. Amin.
Doa Syafaat: Para pejalan kaki dan pejalan santai.
Penulis: Debb Browman (Pennsylvania, Amerika Serikat)
Sumber Saat Teduh
