TRENGGALEK – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Trenggalek menggelar aksi penolakan naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM), di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Dearah, Kamis (8/9/2022), dengan membawa empat tuntutan.
Empat tuntutan tersebut, pertama, mendesak Pemerintah untuk mengevaluasi BPH Migas karena dinilai tidak mampu menjalankan fungsi pengaturan dan pengawasan terhadap penyediaan dan pendistribusian BBM, yang membuat pemerintah ingin menaikkan harga BBM.
Kedua, mendesak Pemerintah, untuk segera memperbaiki sistem pemberian BBM subsidi agar tepat sasaran. Menuntut Kementerian Keuangan (Kemenkeu), untuk tranparansi dan jujur terhadap serapan anggaran untuk Subsidi BBM sebesar Rp502 triliun.
Ketiga, mendesak terhadap pemerintah untuk melakukan politik strategis subsidi BBM demi mencegah terjadinya penyelewengan anggaran Subsidi BBM.
Keempat, mendesak Pemerintah untuk membentuk Satgas Pengawasan terkait penerimaan BBM Bersubsidi dan mendorong Pemerintah untuk percepatan transisi Energi Baru Terbarukan (EBT) melalui kebijakan Pusat dan Daerah.
Muhammad Sodiq Fauzi Ketua Koordinator Dewan Pimpinan Cabang GMNI Trenggalek mengatakan, empat tuntutan itu menjadi wujud penolakan dari kenaikan harga BBM. “Kami menolak kenaikan harga BBM serta mendesak pemerintah agar mengkaji ulang kebijakannya,” ucapnya.

Hal itu disampaikan, menurutnya karena angka kemiskinan baru bisa bertambah dikarenakan daya beli masyarakat yang akan berkurang, akibat biaya produksi barang-barang yang berpotensi melambung.
“Yang miskin lebih banyak menerima dampak negatifnya. Sangat tidak fair, karena ketika subsidi berlaku, data menunjukkan bahwasanya penikmat dari anggaran subsidi tersebut adalah mayoritas orang kaya,” ucapnya.
Sementara itu, empat tuntutan yang dibawa oleh GMNI Trenggalek, diterima oleh Syamsul Anam, Mugianto dan Arik Sriwahyuni mewakili dari pihak DPRD.
Diselasela menanggapi aksi unjuk rasa tersebut Syamsul Anam dengan senyum ramahnya mengapresiasi atas partisipasi para pengunjuk rasa dalam menyampaikan tuntanya, “Saya berterimakasih atas partisipasi adik-adik yang telah menyuarakan aspirasi atas resahnya masyarakat terhadap kenaikan harga BBM bersubsidi. Kami siap untuk meneruskan aspirasi tersebut ke-pusat mengingat itu adalah kebijakan pemerintah pusat, karena saya juga bagian dari masyarakat,” ungkapnya.
Aksi ini dimulai dari titik kumpul yang berada di depan Tugu Garuda Alun-Alun Trenggalek menuju Kantor Dewan. Dengan total peserta aksi kurang lebih lima puluh orang.
(mj pelitanusantara.com)
