GMNI Bogor Kritik Acara RAPIMDA KNPI Kota Bogor

Bogor,Pelitanusantara.com Sabtu (24/04) Acara Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) KNPI Kota Bogor telah usai dilaksanakan di Hotel Padjajaran Suite Resort & Convention. Acara di hadiri oleh 85 Organisasi Kemasyarakat dan Kepemudaan (OKP) se-Kota Bogor.

Sementara GMNI Bogor dengan lugas mengeritik pelaksanaan acara Rapimda KNPI Kota Bogor tersebut. Kritikan itu muncul dari Sekretaris Cabang GMNI Bogor yaitu Bung Ramdani, yang didelegasikan mengikuti forum Rapimda KNPI Kota Bogor.

Beberapa kritikan itu muncul dianataranya:

Pertama, Pelaksanaan Rapimda KNPI Kota Bogor minim ide dan gagasan.

Rapimda KNPI Kota Bogor merupakan hajat para pemuda. 85 orang pimpinan OKP hadir dalam acara tersebut. Harusnya hajatan pemuda itu memunculkan ide dan gagasan yang berarti untuk KNPI Kota Bogor kedepan, dan bagaiman para pemuda mengambil peranan penting dalam mewarnai agenda kepemudaan dan pengawalan terhadap kebijakan publik, terutama yang berkaitan dengan kepemudaan.

Namun acara Rapimda yang seharusnya memunculkan ide dan gagasan besar dari para pemuda untuk Kota Bogor dan Indonesia tersebut, ternyata tidak sama sekali muncul di permukaan. Sehingga GMNI Bogor menduga ada prakondisi yang dimainkan untuk menumpulkan gagasan besar para pemuda.

Kedua, Pelaksanaan Rapimda dilaksanakan Secara Terburu-buru

Semua pihak mengerti bahwa pandemi Covid-19 masih menjadi momok bagi bangsa ini, dan kewaspadaan dengan tetap mematuhi Potokal Kesehatan (Prokes) harus selalu dilakukan. GMNI Bogor mengapresiasi kepatuhan para panitia Rapimda KNPI Kota Bogor terhadap Prokes yang berlaku. Hal itu dibuktikan dengan diadakannya Swab Antigen masal kepada seluruh peserta dan tamu undangan tanpa terkecuali; alhasil semua Negatif, acara berjalan dengan menerapakan sistem pembatasan jarak, serta fasilitas alat prokes yang disediakan panitia.

Dari seluruh kepatuhan Prokes tersebut seharusnya pelaksanan Rapimda dapat memperoleh waktu yang lebih lama. Mengingat Rapimda merupakan pertemuan seluruh organisasi pemuda yang mana pikiran-pikiran kritis para pemuda bertemu dalam satu ruangan, dan itu hanya terjadi 4 tahun sekali. Seharusanya dapat menghasilakan gagasan besar untuk Kota Bogor dan Indonesia.

Namun akibat acaranya hanya diberi waktu dengan sangat singkat (tidak lebih dari 3 jam), maka pantas saja acara terlaksan dalam nuansa terburu-buru dan terkesan pragmatis. Seolah pikiran para pemuda digiring dan dijerumuskan dalam nuansa pragmatisme yang jelas itu telah melanggar kodrat dan hakikat para pemuda itu sendiri.

Pertanyaanya, siapa yang harus mempertanggungjawabkan penjerumusan ini?

Ketiga, DPD KNPI Tidak Serius Membicarakan Perbaikan KNPI Kedepan

Rapimda KNPI Kota Bogor merupakan pintu awal perubahan KNPI Kota Bogor ke arah yang lebih baik. Memperbaiki KNPI maka memperbaiki seluruh pemuda yang bernaung di dalamnya. Dimana dalam acara ini harusnya DPD KNPI serius merumuskan gagasan KNPI kedepan dan pembahasan kriteria Bakal Calon (Balon) pemimpin KNPI kedepan. Hal itu harus dimotori oleh kepemimpinan KNPI Kota Bogor sekarang, sebagai bentuk penuntasan tanggungjawabnya dengan berupaya seoptimal mungkin merumuskan gagasan untuk estafet kepemipinan yang lebih baik, karena itu adalah legecy yang mutlak harus dilakukan. Bukan sekadar meromantisme capaian kinerja semata

Namun dalam acara Rapimda ini, nampaknya tidak ada ittikad baik ke arah sana. Sehingga patut dipertanyakan apakah jajaran pimpinan DPD KNPI serius merumuskan perbaikan KNPI Kedepan? Jangan sampai romantisme menciderai pikiran perbaikan kedepan, yang jelas itu amat melukai hati dan pikiran para pemuda yang bernaung di dalamnya.

Sebagai penutup GMNI Bogor mengajak semua elemen pemuda untuk tetap ambil bagian penting dalam hajatan pemuda ini. (AgusTogu/PN Bogor)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *