Cilegon ~ Terkait perizinan dan kepastian Hukum bagi para pelaku pengusaha/perorangan pertambangan galian pasir di wilayah Kecamatan Mancak, Kanit Intelkam Polsek Mancak Polres Cilegon Polda Banten, menghadiri audensi elemen Masyarakat yang mengatasnamakan Pemuda Pemudi Peduli Lingkungan Mancak. Selasa (11/10/2022).
Kapolres Cilegon Polda Banten AKBP Eko Tjahyo Untoro, melalui Kapolsek Mancak Polres Cilegon Polda Banten IPTU Asep Gundara YSE, membenarkan bahwa terkait tingginya aktivitas dan mobilitas tambang galian pasir, elemen masyarakat peduli lingkungan merasa gerah dan mengadakan audensi bersama Instansi/Dinas Pemerintahan terkait, membahas perizinan dan kepastian Hukum bagi para pelaku pengusaha/perorangan pertambangan galian pasir yang ada di wilayah Kecamatan Mancak.
Mengambil tempat di aula atas Kecamatan Mancak, Senin (10/10), dalam kesempatan tersebut perwakilan elemen masyarakat mneyampaikan bahwa di dasari oleh rasa kekhawatiran akibat penambangan pasir di Desa Winong, Desa Sigedong dan Desa Batukuda, saat ini sudah merambat ke Desa Mancak dan Desa Labuan, untuk itu mengharapkan kepada Instansi/Dinas Pemerintahan terkait untuk menghentikan segala aktivitas pertambangan galian pasir tersebut, agar menindak tegas para pengusaha tambang galian pasir yang tidak berizin dan segera dibatasi serta menuntut pertanggungjawaban pemulihan tanah di lokasi galian tambang pasir tersebut, pada intinya meminta semua lokasi galian tambang pasir ditutup, “Papar Asep Gundara.
Terkait permasalahan tersebut Instansi/Dinas Pemerintahan terkait dari Propinsi banten yang turut hadir dalam kegiatan audensi tersebut (Dinas ESDM, Dinas PTSP dan Dari Dinas LH), berjanji akan melakukan pengecekan ulang terhadap semua perizinan tambang galian pasir yang berada di wilayah Kecamatan Mancak, “Imbuhnya.
.
Kapolsek Mancak Polres Cilegon Polda Banten berharap dengan adanya kegiatan audensi tersebut di atas, semua pihak untuk mengedepankan dialogis/komunikasi guna mencari solusi terbaik, tetap saling menjaga dan memelihara situasi kamtibmas yang kondusif, “Pungkasnya.
*( Nena )*
