TRENGGALEK – Alhamdulillah empat desa wisata Trenggalek yang ikut event Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) Tahun 2022, yaitu Desa Wisata Sawahan Kecamatan Watulimo, Desa Wisata Tegaren Kecamatan Tugu, Desa Wisata Pandean Kecamatan Dongko dan Desa Wisata Nglebo Kecamatan Suruh, masuk 500 besar desa wisata terbaik untuk tingkat nasional, dari 3.419 desa wisata se-Indonesia.
Itu disampaikan oleh Sunyoto Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Trenggalek, di area Gedung DPRD, usai mengukuti rapat kerja bersama Pansus IV DPRD, Rabu 20/4/2022.
Sunyoto menuturkan dimana Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) Tahun 2022 yang digelar oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang diikuti oleh 4 desa dari Kabupaten Trenggalek itu memang 4 desa wisata yang sudah komplit untuk memenuhi persyaratan yang diperlombakan dan lolos ke 500 besar desa terbaik untuk tingkat nasional.
” Dalam kesempatan itu Sunyoto juga memohon kepada seluruh warga Trenggalek semoga dari 4 desa wisata yang lolos 500 besar itu bisa mengerucut menjadi 50 besar Nasional, sehinga akan dikunjungi oleh pihak dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif,” pintanya.
Disisi lain Sunyota juga menyampaikan terkait rencana kedepan dalam mensikapi terhadap persiapan adanya wisatawan yang akan berlibur kearea wisata yang ada di Trenggalek dalam Lebaran tahun ini.
Mensikapi hal tersebut Sunyoto menjelas karena saat ini masih dimasa pandemi tentunya kita tekankan, terhadap seluruh wisatawan yang kunjung ke destinasi wisata Trenggalek harus tetap, “mematuhi prokes,” ucapnya.
Saat disingung soal batasan terhadap jumlah wisatawan yang boleh berkunjung kearea destinasi wisata Trenggalek, Ia menjelaskan saat ini Trenggalek kan masuk level 2 tentu tidaklah terlalu berpengaruh, itupun karena belum meratanya vaksin kususnya lansia, justru kami berharap seluruh destinasi wisata di Trenggalek menjadi pilihan para wisatawan.
“Dan saat ini tengah kami persiapa untuk pemberitahuan terhadap semua pengelola wisata untuk membuka area wisatanya disaat lebaran nanti, toh saat ini kami juga sudah ada grop wa kok,” terangnya
Masih menurut Sunyoto Kepala Dispar, saat ini kami juga sudah berkoordinasi dengan semua pihak, bahkan kami juga telah bersurat, baik kepengelola JLS dan Dinas PUPR untuk membantu melakukan pembenahan terhadap pasilitas wisata yang ada di Trenggalek kususnya yang ada di Kecamatan Watulimo.
“Mengingat banyak diseputar area wisata watulimo jalan yang perlu dibenai karena dampak dari adanya pembangunan JLS termasuk seluruh jalan kabupaten yang menuju kearea wisata watulimo PUPR juga harus ikut membatu dalam pembenahan itu semua,” jelas Sunyoto.
Berbicara tentang wisata desa terkait sumbang sihnya terhada PAD kabupaten, Sunyoto dengan tegas menjelaskan sampai sejauh ini belum ada aturan terkait hal itu, justru dari Dispar mensupport terhadap pengelelolan wisata desa agar dikelola dengan baik karena tujuhan utamanya adalah untuk “meningkatkan perekonomian desa serta kemajuhan desa itu sendiri,” tandasnya.
(mj pelitanusantara.com)
