Dukung Partisipasi Perempuan Dalam Pembangunan, Dinas P3AP2KB Sleman, Gelar Musrenbang.

yupiterjogja
IMG 20230223 WA0025

SLEMAN-PN NEWS,Sebagai upaya untuk memberikan ruang dan waktu khusus pada perempuan berpartisipasi dalam perencanaan pembangunan, Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Bagi Perempuan Tingkat Kabupaten, bertempat di Hall Rumah Makan Pringsewu, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (23/2/2023).

Kegiatan ini diikuti 122 peserta perempuan, terdiri dari 105 orang perwakilan berbagai organisasi seperti perangkat kalurahan, BPKal, karang taruna, HWDI, forum PUG bidang agama, dan mitra binaan perangkat daerah Sleman, serta 17 perwakilan Perangkat Daerah Sleman.

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan Dinas P3AP2KB Sleman, Mahmudah Arfiyati, dalam kesempatan tersebut menuturkan, musrenbang ini diadakan sebagai upaya Pemkab Sleman untuk mengupayakan melaksanakan pengarusutamaan gender dalam setiap rencana pembangunan yang akan dilakukan di Kabupaten Sleman.

Menurutnya keberhasilan pembangunan ditentukan oleh kemampuan dalam mengoptimalkan sumberdaya manusia yang dimiliki, termasuk perempuan untuk memajukan wilayah Kabupaten Sleman, hal ini sesuai dengan visi Bupati Sleman tahun 2021-2026 , Terwujudnya Sleman sebagai rumah Bersama yang cerdas, sejahtera, berdaya saing, menghargai perbedaan dan memiliki jiwa gotong-royong.

Partisipasi perempuan harusnya dapat mewarnai berbagai bidang pembangunan antara lain Bidang Politik, Hukum, Sosial dan Ekonomi, sehingga diharapkan tidak ada lagi kesenjangan gender, ujarnya.

Dengan adanya musrenmbang ini, Arfiyati berharap nantinya para perempuan di Kabupaten Sleman dapat membaca isu gender di wilayah mereka, yang kemudian dikemas dalam usulan perencanaan anggaran tahun 2024, kemudian dituangkan dalam berita acara yang akan menjadi bahan usulan rencana kerja perangkat daerah di Kabupaten Sleman.

Dengan begitu, diharapkan nantinya dapat terwujud akses, partisipasi, kontrol dan manfaat (APKM) masyarakat laki-laki dan perempuan secara adil dalam pembangunan, tuturnya.

Sementara itu, Sambutan Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, disampaikan oleh Staf Ahli Bupati Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Mafilindati Nuraini, mengatakan musrenbang ini dapat mengawal program pembangunan di Sleman yang responsif bagi perempuan, sehingga dapat mengurangi kesenjangan dalam berbagai dimensi pembangunan.

Melalui forum musrenbang bagi perempuan ini partisipasi aktif semua pemangku kepentingan di lingkungan Kabupaten Sleman dapat berembug bersama dalam memformulasikan rencana pembangunan bagi perempuan, sehingga kegiatan pembangunan bagi perempuan benar-benar sesuai kebutuhan, permasalahan, potensi dan aspirasi masyarakat, ujar Kustini Sri Purnomo.

Bupati Sleman, mengajak agar semua pemangku kepentingan untuk turut serta berpartisipasi dan mendukung upaya Pemkab Sleman dalam mewujudkan pembangunan bagi perempuan.

Saya berharap, partisipasi nyata dari pemangku kepentingan, bukan partisipasi yang sekadar simbolis, tetapi dapat memberikan kepastian bahwa program yang diusulkan dapat terakomodasi, pungkasnya.

Musrenbang ini sendiri menghadirkan 2 narasumber yaitu Yuni Hastuti, Perencana Ahli Muda pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Sleman, dan Wasingatu Zakiyah dari Caksana Institut.Dalam kesempatan tersebut, Yuni menjabarkan beberapa kebijakan Pemkab Sleman, baik yang telah maupun yang akan dilakukan untuk mengakomodir kepentingan dan partisipasi perempuan. Sedangkan Wasingatu Zakiyah memaparkan mengenai tentang urgensi musrenbang ini untuk menyuarakan hak perempuan untuk berpartisipasi dalam pembangunan. (Ome)