Duc In Altum menuju Pelayan yang Transformatif

Kefaspelita
1739067439

Pelitanusantara.com Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus. Penginjil Lukas menyodorkan salah satu tema Injilnya yaitu tentang nelayan. Profesi nelayan memiliki tugas pokok setiap hari menjala ikan di laut. Profesi nelayan adalah salah satu dari sekian jenis profesi di samping profesi-profesi lain seperti pertukangan, perkebunan, dan lain sebagainya. Pertanyaan dasar mengapa Lukas mengangkat tema Injilnya tentang “nelayan”, kenapa bukan “pertukangan” atau jenis profesi lainnya? Ini pertanyaan menarik dan menjadi titik tolak permenungan lebih dalam tentang perikop ini. Secara historis, Lukas mengangkat tema “nelayan” dapat dipahami karena para murid Yesus berasal dari lingkungan keluarga nelayan karena mata pencarian sehari-hari adalah melaut atau menjala ikan. Tapi dalam konteks pelayanan, profesi nelayan memiliki makna yang lebih luas yaitu melayani, merangkul, mengayomi, memanusiakan manusia. Mengapa? Karena kalau dalam konteks profesi nelayan pasti tugas utama yang dijala adalah ikan atau menangkap ikan, tetapi dalam konteks pelayanan yang dilayani atau dijala adalah manusia, maka profesi pelayanan adalah melayani, merangkul, mengayomi, dan memanusiakan manusia.

Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus. Berbicara tentang profesi pelayanan, saya teringat ungkapan “Duc In Altum”, ungkapan dalam Bahasa Latin yang berarti “bertolaklah ke tempat yang lebih dalam”. Ini seperti yang ditulis dalam Injil Lukas 5:4. Setelah selesai berbicara, Ia (Yesus) berkata kepada Simon: “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan”. Bahasa Latin “Duc In Altum” adalah sebuah ungkapan, tetapi dalam Injil Lukas, ini perintah sekaligus panggilan Yesus kepada Simon dan dari jawaban Simon ada keraguan; Simon menjawab: “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga”. (Lukas 5:5)

Jawaban Simon yang penuh dengan keraguan ini, mewakili gambaran situasi manusia yang seringkali meragukan ajakan dan perintah Tuhan karena dominasi pikiran manusia dipenuhi kalkulasi pikiran manusiawi sehingga tertutup mata batin dan iman untuk percaya kepada perintah Tuhan. Perintah Yesus kepada Simon dimaknai sebagai ajakan/undangan dan panggilan untuk masuk lebih dalam ke dalam kehidupan rohani batin, ambil risiko, dan terjun ke dalam hubungan pribadi dengan Yesus Kristus, serta percayalah pada Sabda Tuhan sebagai panduan hidup sehari-hari. Kalau perintah Tuhan kita laksanakan dengan penuh keyakinan dan iman yang teguh, niscaya akan memperoleh hidup berkelimpahan. Dan pada ayat selanjutnya hal ini dibuktikan yaitu “dan setelah mereka (Simon dkk.) melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak”. (Lukas 5:6)

Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus. Apa makna yang bisa diambil dari Injil Lukas ini dalam tugas pelayanan sebagai ASN? Pertama ASN harus menyadari sungguh-sungguh bahwa dia dipanggil untuk tugas sebagai “pelayan yang melayani” bukan untuk “dilayani”. Sebagai pelayan, ASN melayani masyarakat dan dalam melayani dia harus merangkul, mengayomi, dan memberi solusi atas kebutuhan masyarakat sesuai ketentuan dan tujuan rencana pembangunan nasional, bukan sebaliknya ingin dilayani oleh masyarakat. Yang dilayani adalah manusia, karena itu dalam terang Injil Lukas, ASN sebenarnya mengemban tugas mulia yaitu memanusiakan manusia karena yang dilayani adalah manusia atau masyarakat. Kedua, ASN harus Duc In Altum “bertolak lebih dalam tugas pelayanan”, artinya apa? ASN tidak hanya sebatas “asal hadir” di tengah masyarakat atau istilah yang sering dipakai “yang penting ikut monev” tetapi tidak berdampak memberi solusi dan mengatasi problem yang dihadapi oleh masyarakat yang dikunjungi. Tetapi lebih dari itu, Duc In Altum di sini bukan hanya sebatas ungkapan, tetapi ini bermakna panggilan tugas ASN dalam konteks Injil Lukas untuk kita lebih dalam sungguh menyadari kehadiran kita di tengah masyarakat, sungguh-sungguh ada hasilnya dan memberi dampak transformatif bagi hidup masyarakat. Amin.

Nikolaus Nohos (Perencana Ahli Madya pada Bagian Perencanaan dan Sistem Informasi, Ditjen Bimas Katolik)