Driver GoKilat Tolak Insentif Baru, Rating Aplikasi Anjlok

Kefaspelita
IMG 20210614 WA0014

Jakarta,Pelitanusantara.com Driver GoKilat hingga hari ini mengambil sikap menolak dalam penerapan insentif baru. Hal ini masih masih terus disuarakan, terlihat dari pantauan di media sosial (medsos) hingga sabtu tadi.
Tidak hanya itu saja, sikap untuk tetap off-bid atau tidak mengaktifkan aplikasi driver GoKilat tetap berjalan.

Bahkan tidak sedikit yang menunjukkan foto karangan bunga yang kabarnya dikirim ke kantor Gojek di Kemang Timur, Jakarta Selatan.

Sebelumnya, adanya kebijakan baru dari perusahaan penyedia aplikasi layanan antar paket sameday delivery (SMD) pertanggal 8 Juni 2021 yang mengubah insentif yang diterima oleh driver GoKilat. Dinilai aturan ini dinilai sangat merugikan para driver.

Adapun aturan baru yang diterapkan yaitu untuk Gosend SMD Jabodetabek, misalnya, besaran insentif ditetapkan Rp 1.000 per pengantaran jika telah menyelesaikan 1-9 pengiriman, Rp 2.000 per pengantaran untuk 10-14 pengiriman, dan Rp 2.500 per pengiriman, jika driver menyelesaikan pengantaran diatas 15 paket.

Sebelum kebijakan terbaru, besaran insentif Rp 10 ribu jika driver menyelesaikan 5 pengantaran, Rp30 ribu untuk 8 pengantaran, Rp45 ribu untuk 10 pengantaran, Rp60 ribu untuk 13 pengantaran, dan Rp100 ribu untuk 15 Pengantaran.

Menurut beberapa komentar yang muncul di medsos sangat menurun drastis. Tentunya, sangat mempengaruhi pengeluaran (operasional driver: red) saat menjalani orderan. Selain pengeluaran tetap seperti bensin, makan minum, biaya parkir, dan menanggung jarak tempuh yang tidak sesuai dengan aplikasi.

Belum lagi pengeluaran untuk kebutuhan keluarga.

Menurut Mantan Ojol Nyaleg 2019, Yusuf Rahman mengungkapkan bahwa aturan baru ini tidak sensitif dengan situasi Pandemi Covid-19.

“Pemenuhan kebutuhan untuk menjaga kesehatan keluarga sulit terpenuhi disebabkan pemasukan sangat berkurang.

“Dengan aturan insentif yang sebelumnya saja para driver sudah alami kesulitan bagaimana dengan aturan baru yang semakin menurunkan pemasukan driver?” kata Yusuf, sabtu  (12/06/21)

Sejak aplikasi Gokilat, masih kata Yusuf, sekitar tahun 2017 di luncurkan sudah terjadi beberapa kali penurunan baik tarif Pokok dan juga Insentif.

“Semestinya kan untuk menunjang performa driver perlu insentif yang baik, kalo belum bisa dinaikkan yahhh jangan diturunkanlah”, cetusnya.

Mantan Caleg dari PDI P ini berharap, perusahaan yang mengelola aplikasi jasa Gokilat ini secepatnya membatalkan aturan baru tersebut sehingga mitra Gokilat dapat kembali bekerja.  Sebab Driver Gokilat atau Kurir Samedaydelivery ini bukan seperti kurir pada umumnya.

“Kalau kurir yang selama ini ada kan hanya pengiriman paket pada satu area saja semisal satu kecamatan, lain halnya dengan driver Gokilat yang lintas wilayah, semisal jarak tempuh 50 kilometer. Order dapat di Bekasi, titip awal pick-up (mengambil penumpang lewat aplikasi: red) di Bekasi dan sekitarnya maka antaran paket terakhir bisa di Jakarta,” tandas Yusuf pada awak media pelitanusantara Group.

Ternyata, aksi solidaritas bersama driver ini tidak hanya dilakukan dengan tidak mengambil orderan melainkan juga aksi kasih bintang satu pada aplikasi. Juga, disertai dengan komentar keluhan dan protes atas kebijakan baru manajemen Gokilat. (Romo Kefas)