DPRD Sukoharjo Diskusi Rekayasa Peningkatan PAD ke Trenggalek

Kefaspelita
IMG 20220615 WA0006

TRENGGALEK – Komisi I, II, III dan IV DPRD Sukoharjo, kembali kunjung ke Trenggalek, rombongan diterima langsung di aula Kantor DPRD oleh Wakil Ketua DPRD Trenggalek, Agus Cahyono.

Kunjungan kerja DPRD Sukoharjo dari Komisi I, II, III dan IV.  ini, dalam rangka shearing terkait dengan beberapa hal. Salah satunya, terkait proses di bangun dan golnya Bendungan Tugu hingga posisinya sampai saat ini. Termasuk juga, bagaimana rekayasa untuk menaikkan pendapatan asli daerah (PAD),” Terang Agus, kepada awak media,  Selasa 14/06/2022.

Agus menjelaskan , yang menjadi materi diskusi kali ini, yakni adanya beberapa destinasi wisata yang cukup banyak di Kabupaten Trenggalek. Mulai dari kawasan wisata pantai, desa wisata, wisata kuriner dan lain-lainnya.

“Selain membahas potensi wisata, tadi kita juga singung terkait adanya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Untuk di Trenggalek Alhamdulillah kondisinya masih cukup aman,” tambahnya.

Bukan sekedar itu, sambung Agus, diskusi tadi kita juga membahas terkait pengelolaan pariwisata. Jika di Sukoharjo sektor pariwisata belum begitu berkembang pesat dan masih dikelola oleh dinas terkait.

Namun untuk di Trenggalek, pengelolaan wisatanya sudah berkolaborasi dengan berbagai pihak. Misal, ada yang dikelola oleh OPD ada yang Pokdarwis dan BUMDes.

“Sedang Trenggalek ini untuk kegiatan DPRD, paling minim jika dibandingkan dengan kabupaten dan kota lain. Karena memang, anggaran kita ini relatif kecil dibandingkan dengan kabupaten tetangga,” terangnya.

Dilain pihak, Ketua rombongan dari DPRD Sukoharjo, Sugeng Porwoko, mengatakan kedatangannya ke Trenggalek dalam rangka diskusi dan mencari pembanding.

“Kita kesini mau cari pembanding, karena kita ini banyak terhambat fengan banyaknya bentuk bantuan pusat yang mana kita harus mencari potensi kemampuan daerah untuk meningkatkan PAD,” katanya.

Trenggalek secara geografis, menurutnya, mempunyai wilayah yang sama. Mengenai soal Peraturan Daerah di Sukoharjo dalam rangka meningkatkan PAD juga mengatur tentang ketenagakerjaan asing dan Perda tentang IMB.

“Di sini apa yang bisa kita petik untuk Kabupaten Sukoharjo. Sehingga nanti akan bisa kita jadikan masukan dalam rangka mencari peningkatan PAD,” tegas Sugeng.

Saat disinggung kenapa memilih Trenggalek sebagai kabupaten tujuhan untuk berdiskusi, pihaknya mengaku banyak hal yang dikagumi di daerah Trenggalek ini. “Ini daerah yang sangat luar biasa, khususnya dalam rangka pengelolaan pemberdayaan pariwisata, kita kalah jauh. Makanya kita datang kesini untuk mencari masukan masukan itu,” ungkapnya.

Seperti tadi yang disampaikan dari pihak Trenggalek anggarannya untuk pariwisata besar sekali. Sedangkan di Sukoharjo, belum berani ke arah situ walaupun potensinya beda-beda tipis.

Ia menambahkan yang membedakan Trenggalek dengan Sukoharjo adalah Trenggalek dikelilingi pegunungan dan banyak laut. Sedangkan Sukoharjo ada barisan pegunungan seribu yang berbatasan dengan Wonogiri dan Mayaran.

“Itu mungkin sebagai potensi kita dalam rangka meningkatkan PAD. Dan diskusi ini tidak hanya terputus sampai disini, mungkin lain hari kita akan berkunjung lagi ke Trenggalek bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD),” pungkas politisi PDIP Sukoharjo.

(mj pelitanusanta.com)