Dorong Elektronifikasi Transaksi, Bupati Sleman Launching Pembayaran Pajak Dan Retribusi Melalui Integrasi QRIS.

yupiterjogja
IMG 20230228 WA0072

SLEMAN – PN NEWS, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo melaunching pembayaran pajak dan retribusi melalui integrasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) pada acara High Level Meeting Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kabupaten Sleman, Selasa (28/2/2023), Bertempat di Meeting Room Hotel Atrium.

Pada momen tersebut, Bupati Sleman berkesempatan melakukan pembayaran perdana sistem pembayaran pajak dan retribusi melalui QRIS.

Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Perwakilan Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta, Budiharto Setiawan dan Direktur Utama Bank BPD DIY, Santoso Rohmad.

Bupati Sleman, mengapresiasi serta menyambut baik acara ini, Kustini Sri Purnomo mengatakan dengan elektronifikasi dalam sektor keuangan daerah, dapat meningkatkan kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah, peningkatan pelayanan publik, mengoptimalkan PAD, dan meningkatkan daya saing Kabupaten Sleman.

Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah yang mengatur penerimaan pendapatan dan belanja daerah di lingkungan Pemkab Sleman telah ditindaklanjuti dengan penetapan Perbup No. 10.4 Tahun 2021, tuturnya.

Lebih lanjut, Kustini Sri Purnomo mengatakan, dengan diluncurkannya QRIS sebagai pembayaran pajak dan retribusi , diharapkan dapat memberikan kemudahan dalam bertransaksi.

Bupati Sleman berharap dapat dilakukan sinergi dan kolaborasi antara Pemkab Sleman dengan Bank Indonesia dan BPD DIY , dalam rangka mensosialisasikan secara masif terkait penggunaan QRIS dalam pembayaran pajak dan retribusi secara optimal.

Saya berharap dengan adanya QRIS dalam pembayaran pajak dan retribusi semakin memberikan kemudahan masyarakat dalam bertransaksi,ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama Bank BPD DIY, Santoso Rohmad mengatakan, BPD DIY akan terus meningkatkan layanan terkait percepatan transformasi keuangan digital ini.

Kami terus meningkatkan pelayanan dalam rangka percepatan tranformasi digitalisasi dalam memudahkan transaksi keuangan.

Selain itu, Kepala Bank Indonesia Perwakilan DIY, Budiharto juga menyampaikan apresiasi serta menjelaskan bahwa digitalisasi merupakan kebutuhan bagi pertumbuhan ekonomi dunia termasuk Indonesia. Ia juga menjelaskan urgensi digitalisasi yakni dapat meningkatnya PAD, peningkatan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah, serta optimalisasi pendapatan dan realisasi belanja daerah.

Harapan kami kolaborasi dan sinergi dengan Pemkab Sleman dapat berlanjut untuk mendukung akselerasi tranformasi keuangan daerah dan akuntabilitas, pungkasnya.(Ome)