Dispar Banyuwangi Gelar Konser Budaya bertajuk ” Pagelaran Sinden Osing “

Banyuwangi,Pelitanusantara.com Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dispar) Banyuwangi menggelar event yang bertajuk Pagelaran Sinden Osing untuk membangkitkan dunia pariwisata terutama di bidang kesenian akibat pandemi Covid-19 yang mana sudah memasuki zona kuning.

Dispar Banyuwangi menggelar acara tersebut di halaman Kantor Dispar pada Senin (05/04/2021) sekitar pukul 19.00 WIB.

Acara Pagelaran Sinden Osing dihadiri Kadis Dispar Banyuwangi M Yanuarto Bramuda, Camat Banyuwangi Muhammad Lutfi, Ketua Dewan Kesenian Blambangan Hasan Basri, Sinden Maestro mbok Temu dan mbok Sunarsih, Sinden Agnes Serpozo, Diyah Safira (Lida 2020), Seniman atau Seniwati Banyuwangi dan Perkumpulan Sepeda Ontel Kertosari.

Tujuan disenggelarakan event Pagelaran Sinden Osing untuk menjaring bakat kaum generasi milenal memajukan kesenian Sinden Osing yang ada di Kabupaten Banyuwangi.

Sebelumnya, Dinas Pariwisata Banyuwangi telah melakukan penyeleksian calon Sinden Osing untuk mendapatkan piagam sertifikat Sinden Osing. Para calon Sinden Osing diikuti dari pelajar dari SMP dan SMA di Kabupaten Banyuwangi.

Sebelum acara dimulai Pagelaran Sinden Osing, Dinas Pariwisata dan Banyuwangi melakukan pemberian santunan kepada anak yatim piatu yang diberikan oleh Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata Banyuwangi MY. Bramuda.

Dalam sambutan event Pagelaran Sinden Osing, Kadis Dispar Banyuwangi MY.Bramuda mengatakan, bahwa dengan event ini merupakan suatu tantangan bagi pihaknya.

“Saya dari pelatih dan sinden bisa gak? jika selama ini sinden hanya dimainkan dalam bentuk kesenian tradisional seperti tarian wayang, tetapi saat ini ada sinden-sinden yang bermain dengan form milenial serta kekinian,” ujarnya.

Dikatakannya, usulan dari Dewan Kesenian Blambangan bahwa menginginkan sinden milenal untuk pengganti sinden sebelumnya.

“Malam ini kami telah mewisuda 40 sinden yang telah ketat mengikuti penyeleksian. Kabupaten Banyuwangi telah sebagai tempat kawah candra dimuka untuk menggodok dan menggembleng sinden- sinden milenial. Sebelumnya di Banyuwangi ada namanya Gandrung 1000 dan nanti kedepan juga ada Sinden 1000,” terangnya.

“Kami berharap ke depan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Banyuwangi agar Sinden Osing dapat dikenal dan berkiprah di internasional untuk memajukan Touris di Kabupaten Banyuwangi,” tutupnya. (Kang Bandri/PN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *