DiSINYALIR OKNUM KADES SUKAMAJU PUNDUH PIDADA ME MARK UP DD TAHUN 2018

Pesawaran~PelitaNusantara
April 30, 2021 Sejatinya, Anggaran Dana Desa (DD) yang dikucurkan oleh Pemerintah Pusat Ke Desa–Desa guna mensejahterakan masyarakat, meningkatkan pembangunan, dan pemberdayaan bagi masyarakat masih saja belum sepenuhnya berjalan dengan baik dan Sepenuhnya di Rasakan oleh Masyarakat.

Indikasinya, masih saja ada Oknum-oknum Kepala Desa yang diduga menyelewengkan Anggaran Dana Desa, untuk kepentingan Pribadi dan juga untuk memperkaya diri sendiri.

Hal itu kini, di rasakan oleh masyarakat di Di(Desa)Suka maju, Kecamatan Punduh pidada Kabupaten Pesawaran.

Berdasarkan informasi yang didapat oleh awak media PelitaNusantara,beberapa masyarakat dan beberapa tokoh setempat yang tidak ingin namanya di sebutkan itu, sangat menyayangkan adanya dugaan Mark – Up dalam Pengelolaan Anggaran Dana Desa Tahun anggaran 2018 tersebut

“Kita akan usut sampai tuntas apa yang tertera di Dalam data dengan relealisasi pekerjaan dan pemberdayaan yang dikerjakan,” ucap salah seorang warga desa Suka maju kepada awak media kamis (29/04/2021)

Sesuai laporan dari nara sumber bahwa anggaran Dana Desa yang masuk melalui Laporan data realisasi Desa Oleh Pemerintah antara lain.

1.Peningkatan Produksi Tanaman pangan (Alat Produksi dan pengelolaan pertanianPenggilingan Padi /Jagung ,Dll)yang Di anggarkan pada tahun 2018 di tahap 2 Rp.86,760,000 dan Realisasi 86,760,000 Delapan puluh enam juta tujuh ratus enam puluh ribu Rupiah.

Sementara pembangunan/rehabilitasi /Peningkatan pengerasan jalan Lingkungan pemukiman/gang yang di anggarkan ,450.240.000 dan di realisasikan 292.656.000 pada tahun anggaran 2018 di tahap 2 juga di duga mark”Up.

saat Awak media akan komfirmasikan terkait dugaan Mark”Up tersebut ,kades desa Suka maju virman Ardana sedang tidak ada di tempat/kantor desa

Awak media juga menayakan soal produksi tanaman pangan dan Alat penggilingan padi didesa suka maju

Namun pihak desa tidak dapat menjelaskan soal alat penggilingan padi dan soal produksi tanaman pangan tersebut,” tidak ada,saya kurang tau mas kalau soal itu tapi kalau bibit-bibitan ada,”jelas sekdes”.

(Isbah
Cholib~PelitaNusantara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *