Dirjen Bimas Kristen Mengingatkan Pentingnya Penerapan Nilai-Nilai Kristiani dalam Pembangunan Bangsa dan Negara

WhatsApp Image 2023 01 21 at 22.24.28

Tangerang-PN News-Dirjen Bimas Kristen Kementerian Agama Republik Indonesia, Dr. Jeane Marie Tulung, S.Th., M.Pd., menyatakan bahwa sebagai bagian dari bangsa Indonesia, umat Kristiani hendaknya semakin menyadari betapa pentingnya menciptakan suasana aman, tertib,  dan damai untuk keberlangsungan pembangunan demi terciptanya masyarakat yang sejahtera dan matang dalam berdemokrasi. Hal ini disampaikan pada saat menghadiri Perayaan Natal Majelis Daerah Gereja Kristen Alkitab Indonesia (GKAI) DKI-Jabar-Banten yang diselenggarakan di gedung GKAI Ciputat, Tangerang Selatan, Sabtu (21/01/2023).

Pada kesempatan ini, Jeane begitu sapaannya, mengingatkan kepada seluruh hamba Tuhan dan jemaat yang hadir pada saat itu bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran Yesus kristus sebagai pembimbing moral yang harus diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran Yesus Kristus merupakan pembimbing moral kehidupan pemeluk umat-Nya dan bagi umat manusia. Nilai-nilai tersebut hendaknya diaplikasikan dalam kehidupan kita sehari-hari, karena dalam perkembangan masyarakat dunia, termasuk masyarakat Indonesia saat ini telah banyak mengalami pergeseran nilai-nilai moral dan keharmonisan”, jelasnya.

Selain itu, Jeane juga mengingatkan secara khusus kepada tokoh intelektual untuk membantu pemerintah dalam menyelesaikan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia sesuai dengan profesi masing-masing.

“Umat Kristiani diharapkan dapat memberikan pencerahan terhadap persoalan yang sedang kita hadapi  serta memberikan pemikiran yang konstruktif untuk pemecahan masalahnya karena dengan sikap kritis yang dimiliki oleh kita semua, khususnya untuk tokoh intelektual diharapkan dapat membantu pemerintah dalam meyeselsaikan persoalan dan tentunya dapat mencari solusi terbaik terhadap kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pembangunan di Indonesia. Menghadapi permasalahan yang sangat urgen dan masih memerlukan perhatian kita bersama, kita perlu bersama-sama bergandengan tangan untuk dapat berbuat sesuai dengan tugas dan profesi masing-masing”, pungkasnya.

Sebagaimana tema natal yang diusung dalam Perayaan Natal tahun ini “Berita Kesukaan untuk Seluruh Bangsa” (Lukas 2:10), Jeane menyatakan bahwa umat Kristen seharusnya memiliki kesadaran bahwa setiap orang percaya memiliki panggilan untuk kesejahteraan kota dimana kita berada.

“Bapak/ibu yang saya kasihi, sejalan dengan tema natal kali ini, sebagai umat Kristen sudah seharusnya kita memiliki kesadaran bahwa setiap orang percaya memiliki panggilan untuk turut berperan aktif secara dalam mensejahterakan kota dimana kita berada. “Usahakan kesejahteraan kota kemana aku buang dan berdoalah untuk kota itu kepada Tuhan, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu (Yemeia 27:7)”, tandasnya.

Firman Tuhan tersebut secara spesifik dan jelas bahwa begitu pentingnya untuk memberi konstribusi nyata bagi pembangunan kota dan berdoa demi kesejahteraan kota. Sebab, kesejahteraan kita sesungguhnya tergantung dari kesejahteraan kota tempat tinggal kita.

“Ada banyak orang yang sebenarnya tahu akan hal ini, tetapi tidak tahu apa yang mereka bisa lakukan. Untuk itu, mereka mengira bahwa untuk mengubah nasib sebuah bangsa, mereka harus melakukan hal-hal yang besar saja padahal itu tidaklah benar, setiap orang memiliki panggilannya sendiri-sendiri”, tegasnya.

Oleh karena itu, ia pun mengingatkan kepada semua yang hadir bahwa dimanapun berada atau bekerja sesuai panggilannya masing-masing harus dapat berkontribusi secara nyata untuk kesejahteraan kota.

“Apapun panggilan kita, dimanapun kita bekerja dan tinggal, kita bisa berbuat sesuatu, berkontribusi secara aktif dan nyata demi kesejahteraan bangsa dan kota kita. Itu seringkali dimulai dari hal-hal kecil dahulu yang nantinya akan terus meningkat apabila kita melakukannya dengan sungguh-sungguh. Dan itu akan sedikit banyak akan berdampak bagi kesejahteraan kota, bangsa dan negara”, jelasnya.

Sebagai Dirjen Bimas Kristen tersebut, Jeane pun menyatakan bahwa Kekristenan jangan hanya dipandang dalam pelayanan gerejawi, tetapi penting juga untuk dipelihatkan dalam kehidupan nyata dalam kasih Kristus.

“Kekeristenan tidak dapat dipandang hanya sebatas pelayanan dan aktivitasnya di dalam gereja, tetapi harus bisa diperlihatkannya kepada dunia dalam perkataan, perbuatan, dan tindakan, dalam bergaul hubungan dengan sesama harus menunjukkan terang kasih Kristus, bahkan dimana saja kita berada kita harus menjadi garam dan terang Kristus melalui hidup kita. Ketika kita menjadi orang Kristen, maka kehidupan kita harus bisa disaksikan dan dinyatakan kepada dunia, hidup dalam Roh dan kasih Kristus yang telah megubahkan hidupnya yang lama menjadi baru”, ungkapnya.

A. L. Malo