Dinas Kesehatan Tulungagung Sertakan Dua Petugas Tenaga Kesehatan Dampingi Calon Jemaah Haji .

anwarmnr123
IMG 20220608
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

Tulungagung – Setelah beberapa tahun tertunda , tahun ini kembali Tulungagung mengirimkan calon jamaah haji ke tanah suci. Tertundanya proses ibadah bagi umat muslimin , karena adanaya pandemi COVID 19, yang secara global telahenimpa seluruh Dunia.

Untuk tahun ini Tulungagung ternyata masih diberi kesempatan untuk mengirimkan , walau dalam kondisi yang terbatas jumlahnya .  Tahun 2022, jumlah  calon jamaah haji yang dipastikan berangkat ada sejumlah 402, jamaah, itupun melalui persyaratan yang sangat ketat.

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Adapun yang menjadi syarat utama, antara lain tingkat kesehatan calon jamaah, dan usia yang sudah ditentukan pemerintah, berdasar ketentuan dari pemerintah Arab Saudi, yang harus dipatuhi.

Terkait dengan diberangkatkanya 402 calon jamaah, pihak pemerintah kabupaten Tulungagung, melalui Dinas Kesehatan, telah menyertakan dua  tenaga medisnya,  ( TKHI ) Tenaga kesehatan Haji Indonesia, untuk mengawal jamaah dari Tulungagung.

Dua petugas itu terdiri dari satu dokter, dan satu perawat.

Kepala Dinas Kesehatan Tulungagung melalui, Kabid P2P Didik Eka SP, membenarkan pengiriman timnya untuk  mendampingi jamaah dari Kabupaten Tulungagung musim haji 2022 ini.

” Jadi benar, untuk tahun ini ada dua tim kami, yang ikut mengawal jamaah, mulai start Tulung dan kembali ke Tulungagung nantinya .  Adapun yang kami kirim, berdasarkan hasil ferifikasi pusat, masing masing yang lolos adalah dokter Aries Setiawan dan perawatnya atas nama Anik  W.Satriani, dari puskesmas Tulungagung.
Adapun TKHI itu juga bertanggung jawap tentang syarat syarat kesehatan jamaah, mulai dari  faksin miningitis,yang merupakan syarat mutlak, bagi jamaah, usia, tidak hamil, dan faksin terkait covid-19, sampai pada VCR  jamah harus clear.”, ungkap Didik Eka.

Ketika ditanyakan apakah ada persyaratan khusus bagi TKHI  agar bisa terpilih, Didik menjelaskan, proses itu bukan karena penunjukan, tetapi ada syarat syarat khusus secara prosedural yang harus dilakukan , bagi tenaga medis yang bisa mendampingi jamaah.

” Proseduralnya panjang, hal itu dimulai dengan dibukanya pendaftaran via online, dan itu ditentukan oleh pusat. Selanjutnya dilakukan serangkaian penyaringan, melalui tes tes yang dharua dikerjakan, dan waktunya ini sudah cukup lama  dari pemberangkatan yang sebenarnya. Jadi tidak benar, kalau yang bisa berangkat itu karena pilih pilih pimpinan.

Seperti diketahui untuk tahun ini, 2022, Tulungagung hanya mendapatkan jatah satu kloter, untuk para jamaah CH, dengan begitu tenaga kesehatanaya hanya dapat jatah dua orang, yang siap melayani jamaah setiap saat, baik ketika akan berangkat, sampai kembali ke Tulungagung lagi.
( AM)