Diduga Meminta Uang, Oknum Ngaku Wartawan Resahkan Sejumlah Agen BRI link Di Sobang

jz21riq
Img 20230709 Wa0138
Spread the love

LEBAK – PELITANUSANTARA.COM Sejumlah agen BRI link di Kecamatan Sobang Kabupaten Lebak diresahkan dengan oknum ngaku wartawan. Pasalnya, dalam melancarkan aksinya oknum yang mengaku wartawan tersebut, mengintimidasi sejumlah agen BRI link,dengan dalih administrasi yang dikenakan agen BRI link merupakan tindakan pungutan liar.

Dituturkan Amyang, seorang agen BRI link di Kecamatan Sobang, membenarkan adanya aksi oknum yang mengaku wartawan itu. Dimana si oknum ngaku wartawan tersebut, secara tiba-tiba mengitrimkan tulisa seolah rilis berita,yang mana dalam rilis tersebut bertendensi menuding dan sama sekali tidak pernah melakukan konfirmasi.

” Saya juga kan sering konsultasi dengan wartawan sebenarnya. Dimana cara kerja oknum ngaku wartawan itu, tindak tanduknya bertendensi pidana. Aneh kan, dia memberitakan pihak lain, tapi tidak pernah konfirmasi. Terlebih setiap rilis yang mereka kirimkan,sebagail modus untuk menakut-nakuti target yang akan diberitakan,” katanya, pada ini, Minggu (09/07).

Menurutnya, Karena sebagai agen BRI link reguler tidak pernah melakukan perbuatan seperti yang dituduhkan si oknum ngaku wartawan tersebut. Saat itu,dirinya enggan untuk memberikan uang senilai 7 juta rupiah sebagai mana dimintakan si oknum tersebut.

” Kalau agen BRI link lain, di Sobang sempat menyerahkan uang ke si oknum ngaku wartawan tersebut. Nilainya sekitar 7 juta rupiah, itu pun hasil patungan dari sejumlah agen BRI link dan uangnya pada tanggal 4 Juli ini sudah di transfer ke rekening atas nama Uus Uskandar,” terang Amyang.

Agen BRI link lainnya, Eris Khusyaeri yang disebut-sebut telah menjadi korban aksi menyimpang oknum ngaku wartawan di Sobang. Saat coba dikonfirmasi awak media ini belum memberikan tanggapan,karena saat dihubungi dalam kondisi tidak aktif.

Menyikapi hal itu, Sopan Sopian, Dewan penasihat Ikatan Wartawan Online (IWO) Cabang Kabupaten Lebak, menegaskan bahwa sikap oknum ngaku wartawan yang meresahkan sejumlah agen BRI link, murni bertendensi pidana. Sebab treck record mereka bukan seperti jurnalis pada umumnya.

” Jurnalis itu ada kode etiknya, selaras Undang-Undan Pokok Pers nomor 40 tahun 1999. Dimana setiap wartawan wajib untuk melakukan konfirmasi terhadap narasumber atau target pemberitaan. Jika itu tidak dilakukan,maka si wartawan tersebut layak untuk dilaporkan ke dewan Pers untuk diproses sebagai mana ketentuan berlaku.

” Terlebih lagi, dia memberikan rilis pada sumber seolah-olah untuk diketahui, atau untuk tujuan intimidatif, dengan tujuan untuk memperoleh suatu keuntungan pribadi. Maka jelas hal itu terkategori perbuatan pidana ,karenanya perbuatan tersebut diharamkan untuk dilakukan setiap insan pers,” tegasnya. (Tiem).

Tinggalkan Balasan

error: Coba Copy Paste ni Ye!!