Dialog Kebangsaan dengan thema ” Pahlawan Kebhinnekaan ” yang di siarkan secara Streaming

 


Tangerang,Pelitanusantara.com –  Sekelompok Tokoh – Tokoh Muda dari berbagai Lintas Agama se propinsi Banten, pada  Selasa (03/11/20)  di salah satu saluran TV streaming yang ada di Tangerang Banten melaksanakan FGD secara streaming dan On Air yang di pandu Oleh salah seorang Jurnalist Pewarna Pewarna  THOMAS Gunawan, Forum Diskusi tersebut diadakan dalam rangka memperingati hari Pahlawan pada 10 November yang akan datang, adapun Tokoh – tokoh muda yang hadir sebagai narasumber  adalah Pdt.Doni Susanto S.Th. (Muspija Kristen Banten / GBI), Ida Bagus Alit wiratmaja SH,MM (Ketua PHDI Hindu Provinsi Banten), Pandita Alvin SP, ST, MPd,.(Buddha).,Ws.Rudi Gunawiijaya (Matakin Konghucu Banten), Yostinus Ari Wibawa (PGDP gereja Katolik St . Agustinus), Jajat Sudrajat (Ketua PAC GP Ansor Tangerang), yang disiarkan secara Live.

Dalam rangka memperingati hari Pahlawan dan juga untuk mempererat Kerukunan serta Menjaga Kemajemukan di Propinsi Banten, maka Forum  dialog dengan tema Pahlawan Kebhinekaan dilaksanakan secara live Streaming dan On Air oleh Tirta TV.

Beberapa sudut pandang mengenai pahlawan Kebhinekaan yang di mulai oleh narasumber Pdt. Doni Susanto S.Th, bahwa pahlawan Kebhinekaan adalah orang yang berjasa di bidang keragaman, dan berjuang di bidangnya dalam merawat toleransi. Sedangkan narasumber dari Pemuda Ansor  Jajat Sudrajat mengatakan untuk memberi sudut pandang kembali kepada sejarah, maka perlu diingat fatwa dari KH. Hasyim Asy’ari dari NU dalam memberikan fatwa bahwa wajib hukumnya rakyat Indonesia (khususnya yang muslim) untuk membela negara dari penjajah Belanda yang membonceng Sekutu dalam peristiwa pertempuran 10 November 1945, walaupun notabenenya Negara Indonesia bukan negara agama Islam. Dengan demikian, hukumnya wajib bagi kita untuk saling menjaga kemerdekaan Indonesia dengan merawat toleransi.

dari Tokoh Muda Hindu Ida Bagus Alit wiratmaja mengingatkan slogan Bung Karno bapak Pendiri Bangsa, Jas Merah, jangan melupakan sejarah, tentunya ini menjadi teladan bagi kita dalam menjaga Kebinekaan, karena Indonesia terdiri dari berbagai suku, budaya dan agama.

Di tempat yang sama pula, Yostinus Ari Wibawa, melalui keuskupan mengajarkan gerakan bersama sama dalam menciptakan toleransi. Sedangkan menurut Tokoh Muda Konghucu Rudi Gunawijaya memiliki sudut pandang, bahwa kepahlawanan dalam kebinekaan ada pada figur alm. Gus Dur, dimana melalui perannya yang mengembalikan hak agama konghucu sebagai agama resmi di Indonesia. Jadi suka atau tidak suka, harus benar-benar menerima Kebinekaan. dan dari Tokoh Muda Budha Alvin menambahkan bahwa kepahlawan dalam kebinekaan adalah dimulai dari diri sendiri. Siapa yang dapat menaklukan diri sendiri, itulah sebagai kepahlawan dalam Kebinekaaan.

Di akhir sesi dialog diskusi tersebut Host yang memandu acara tersebut  menyimpulkan Bahwa  menjaga kerukunan ini, dengan saling berkolaborasi menjaga kebhinekaan dalam masyarakat Indonesia. saling tolenransi. Meneladani 6 tokoh agama yang hadir, mari bersatu dengan saling bertoleransi dan menjaga kerukunan serta keberagaman masyarakat Indonesia Khususnay di Propinsi Banten (PN).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *