Semarang – Bertempat di hotel Pandanaran Semarang, Jumat 15 November 2024 Calon Gubernur (Cagub) Jawa tengah Ahmad Lutfhi bertemu dengan Paguyuban Pendeta dan Hamba Tuhan se-Jawa Tengah dalam acara Dialog Kebangsaan dan Silaturahmi.
Dalam pertemuan tersebut, Ahmad Lutfhi menyampaikan pentingnya hidup bergotong royong dalam mensukseskan pembangunan. Gotong royong itu sendiri menurut Lutfhi adalah cara hidup yang menjadi ciri khas masyarakat Jawa Tengah yang perlu dilestarikan.
Sikap Gotong Royong
“Gotong royong adalah patronnya Jawa tengah yang perlu dipraktekkan guna menunjukkan kesatuan dan persatuan,” demikian ujar Ahmad Lutfhi di tengah 200-an para pendeta, aktifis gereja dan Hamba Tuhan yang hadir pada pertemuan itu.
Lebih lanjut dikatakan oleh Ahmad Lutfhi bahwa Pulau Jawa adalah sentral Indonesia, sedang Jawa Tengah adalah pakunya nusantara. Lutfhi ingin menunjukkan betapa pentingnya masyarakat Jawa tengah dalam percaturan Indonesia. Oleh karenanya, Lutfhi berharap pada pemerintahan propinsi Jawa Tengah mendatang, Jawa Tengah mengalami kemajuan. “Sehingga angka kemiskinan Jawa Tengah 10,47 % dapat ditekan,” ucap Lutfhi dengan semangat. “Untuk menekan angka kemiskinan ini diperlukan pemerintah propinsi yang bersinergi dengan pemerintahan pusat Presiden Prabowo,” urai Lutfhi menambahkan.
Dalam pertemuan tersebut Lutfhi yang hadir tanpa didampingi Cawagubnya, Taj Yassin Maimoen, menekankan pula pentingnya kebebasan berkumpul, beribadah sesuai dengan UUD 45 pasal 29 yang mengatur hak azasi manusia dalam beragama. Pasal 29 UUD 45 sendiri berbunyi, “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu”
Hindari Sikap Intoleransi
Ahmad Lutfhi juga mengingatkan pentingnya hidup bertoleransi di mana setiap warga negara Indonesia ini dapat menghargai adanya perbedaan, baik dalam hal suku, agama, ras, dan kepercayaan. “Lawan kata dari toleransi adalah intoleransi, yakni orang yang menganggap perbedaan adalah sebuah musuh,” demikian Ahmad Lutfhi yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Jawa Tengah ini.
Ahmad Lutfhi menerangkan lebih lanjut bahwa sikap intoleransi ini akan berkembang menjadi sikap radikal. “Sikap radikal ini cirinya menganggap orang yang berbeda dengan dirinya adalah salah dan tidak akan mendapatkan sorga.,” ucap Lutfhi. Sikap radikal ini bisa berkembang menjadi terorisme. “Terorisme adalah sebuah kejahatan,” demikian tegas Ahmad Lutfhi. Menurut Lutfhi, jika diibaratkan sebuah kelas, maka sikap intoleran itu kelas 1, sedang sikap radikal itu kelas 2, sedang sikap radikal itu kelas 3.
Oleh karenanya, menurut Lutfhi perlu pencegahan sikap intoleran itu supaya tidak “naik kelas”. Dengan melakukan sikap gotong royong, hidup saling membantu dan memahami sesamanya, maka berkembangnya sikap intoleran itu bisa dicegah.
Ahmad Lutfhi sempat membanggakan dalam pertemuan itu bahwa Jawa Tengah adalah propinsi yang masyarakatnya penuh dengan sikap toleransi. Ahmad Lutfhi kemudian mencontohkan kota Salatiga yang merupakan salah satu kota di Jawa Tengah yang telah memiliki pengakuan nasional sebagai kota dengan indeks kota toleransi yang sangat tinggi.
Seorang peserta dari Banyumas bertanya soal bagaimana peraturan perijinan usaha pada masa mendatang supaya dibuat lebih simpel.Atas pertanyaan ini Ahmad Lutfhi menjanjikan jika ia nanti terpilih menjadi Gubernur Jateng, maka akan dibuat satu aplikasi saja yang bisa menjawab segala persoalan yang muncul di tengah masyarakat, termasuk masalah perijinan usaha.
Rumah Gubernur Rumah Rakyat
“Rumah Gubernur akan menjadi rumah rakyat, dimana rakyat bisa datang untuk mengajukan aspirasi-aspirasinya,” demikian terang Ahmad Lutfhi. Lebih lanjut Ahmad Lutfhi berjanji, jika ia terpilih nanti, pemerintahannya tidak akan melakukan korupsi.
Seorang peserta dari Klaten, Daniel Ngatnu (55) menilai pertemuan dengan Ahmad Lutfhi ini penting karena selain untuk mengetahui visi dan misi calon gubernur juga gereja-gereja bisa menyampaikan aspirasinya untuk pemerintahan mendatang.
Sebagaimana diketahui cagub dan cawagub Jawa Tengah ada 2 pasang. Cagub dan Cawagub no urut 1 Jendral TNI Andika Perkasa dan Hendrar Prihadi. Cagub dan Cawagub no urut 2 Jendral Polisi Ahmad Lutfhi dan Taj Yassin Maimoen.
Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Andika Perkasa-Hendrar Prihadi diusung oleh PDIP dengan total suara sah hasil Pemilu 2024 sebanyak 5,2 juta suara.
Sementara pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Ahmad Luthfi-Taj Yasin Maimoen diusung gabungan Partai Gerindra, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan, Partai NasDem, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Amanat Nasional, Partai Demokrat dan Partai Solidaritas Indonesia, dengan total suara sah 13,7 juta suara.
Penentuan siapa yang akan menduduki jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah periode berikutnya setelah Gubernur Ganjar Pranowo dengan Wakilnya Taj Yasin Maimoen akan ditentukan dalam pilkada tanggal 27 November 2024 yang dilakukan secara serempak di berbagai daerah.
Oleh: Suyito Basuki
